Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kesepakatan terbaru antara Washington dan Teheran menjadi titik balik menuju perdamaian di Timur Tengah. Ia menyebut kawasan tersebut untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun berpeluang memasuki era damai.
Ia menilai kesepakatan yang ditandatangani pekan lalu berhasil mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran sekaligus membuka kembali Strait of Hormuz yang sempat menjadi pusat ketegangan global.
Baca Juga: Israel Siap Menentang Amerika, Tegaskan Ogah Mundur dari Lebanon: 200.000 Warga Tidak Akan Kembali
“Pekan lalu kami menandatangani kesepakatan bersejarah untuk mengakhiri konflik dengan Iran, membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya, dan mencapai sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan presiden mana pun sebelumnya,” kata Trump, dikutip Kamis (25/6).
Trump menegaskan salah satu hasil utama dari kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Menurutnya, hal itu tercapai berkat kekuatan militer Amerika Serikat yang selama konflik berlangsung memberikan tekanan besar terhadap Teheran.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Berkat kekuatan dan kemampuan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, kondisi hari ini sangat berbeda,” ujarnya.
Trump juga menggambarkan kemampuan militer Iran telah mengalami kemunduran besar setelah perang yang berlangsung beberapa bulan terakhir.
“Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, tidak memiliki kemampuan pertahanan udara, tidak memiliki peluncuran rudal, tidak memiliki kapasitas manufaktur, dan kepemimpinannya telah dihancurkan,” kata Trump.
Dengan kondisi tersebut, Trump optimistis kawasan Timur Tengah akan bergerak menuju stabilitas yang selama ini sulit dicapai.
“Untuk pertama kalinya dalam 3.000 tahun, kita akhirnya akan memiliki perdamaian di Timur Tengah,” tegasnya.
Trump bahkan mengklaim konflik yang berlangsung sebelumnya berhasil dipatahkan dalam waktu singkat. Ia menyebut Iran berada dalam posisi sangat lemah hanya dalam hitungan hari setelah operasi militer dilakukan.
“Dalam satu minggu Iran pada dasarnya sudah selesai hanya dalam satu jam,” ucapnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah proses lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung. Kedua negara sebelumnya mencapai kesepakatan awal yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pembahasan inspeksi program nuklir Iran, serta pembentukan kerangka negosiasi jangka panjang untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Baca Juga: Masyarakat Sedang Ditipu, Harga Bensin Seharusnya Turun Drastis Menyusul Redanya Perang Iran-Amerika
Meski demikian, sejumlah isu penting masih menjadi pembahasan, termasuk mekanisme pengawasan fasilitas nuklir Iran dan jaminan keamanan kawasan. Namun Trump menilai fondasi perdamaian sudah terbentuk dan menjadi langkah besar menuju stabilitas Timur Tengah.