Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Bukan Hasil Tekanan atau Paksaan,' Iran Klaim Amerika Sudah Mengakui Kekalahannya di Timur Tengah

'Bukan Hasil Tekanan atau Paksaan,' Iran Klaim Amerika Sudah Mengakui Kekalahannya di Timur Tengah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menegaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengalahkan Amerika Serikat. Hal itu ditandai dengan kesepakatan damai yang ditandatangani oleh keduanya di Pakistan.

Negosiator Utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa bukti kegagalan musuh tertuang dalam Memorandum Islamabad. Teheran bahkan menyebut kesepakatan tersebut sebagai deklarasi kekalahan dari Washington.

Baca Juga: Masyarakat Sedang Ditipu, Harga Bensin Seharusnya Turun Drastis Menyusul Redanya Perang Iran-Amerika

Menurut Ghalibaf, kesepakatan tersebut bukan lahir dari tekanan militer maupun paksaan politik Amerika Serikat. Ia hadir dari ketahanan dan perlawanan yang ditunjukkan Iran.

"Kesepahaman Islamabad bukan hasil tekanan dan paksaan, melainkan hasil perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang berani," kata Ghalibaf, dikutip Kamis (25/6).

Memorandum Islamabad menurutnya adalah simbol kegagalan Amerika Serikat memaksakan kehendaknya terhadap Republik Islam Iran.

"Itulah mengapa Memorandum Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika," tegasnya.

Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari lalu setelah serangan militer dilancarkan ke wilayah Iran. Konflik tersebut memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.

Selama perang berlangsung, Iran melakukan berbagai langkah balasan, termasuk memblokade jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama distribusi energi dunia serta meluncurkan ribuan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan Teluk dan Israel.

Meski mengalami tekanan militer besar, Iran mengklaim mampu mempertahankan sistem pemerintahannya. Teheran menyebut inilah alasan utama mereka menganggap hasil perundingan damai sebagai kemenangan strategis.

Kesepakatan yang diteken pekan lalu kini menjadi dasar dimulainya proses negosiasi jangka panjang antara Washington dan Teheran guna mencapai penyelesaian permanen.

Namun bagi Iran, hasil akhir perang sudah jelas. Pemerintahan tetap berdiri, struktur kekuasaan tidak runtuh, sementara Amerika Serikat dinilai gagal memaksa perubahan politik yang diinginkan.

Ghalibaf juga menegaskan bahwa keamanan Timur Tengah seharusnya dijaga oleh negara-negara kawasan tanpa campur tangan kekuatan asing.

Pernyataan keras Iran itu muncul saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio melakukan kunjungan ke negara-negara Teluk untuk meyakinkan sekutu Washington bahwa komitmen keamanan Amerika di kawasan tetap berjalan pascaperang.

Baca Juga: Prabowo Ingin Masyarakat Lihat Pemerintah Seperti Klub Sepak Bola: Selesai Tanding, Baru Dikoreksi

Amerika Serikat sendiri hingga kini masih mempertahankan sejumlah pangkalan militer dan ribuan personel di kawasan Timur Tengah, terutama di wilayah Teluk, sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas regional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar