Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan SCG Indonesia Tumbuh 16% di Kuartal I 2026, Capai Rp5,05 Triliun

Penjualan SCG Indonesia Tumbuh 16% di Kuartal I 2026, Capai Rp5,05 Triliun Kredit Foto: SCG Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

SCG mencatat pertumbuhan penjualan di Indonesia sebesar 16% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I 2026. Nilai penjualan SCG Indonesia mencapai Rp5,05 triliun atau setara US$285 juta, menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan penjualan tertinggi SCG di kawasan ASEAN.

Dengan capaian tersebut, Indonesia menjadi kontributor penjualan terbesar SCG di ASEAN dengan menyumbang 28% terhadap total penjualan regional.

Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan permintaan terhadap produk ramah lingkungan (Green Products), produk bernilai cerdas (Smart Value Products), serta produk bernilai tambah tinggi (High Value Added Products/HVA).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung, SCG melalui Jayamix by SCG terus memperkuat bisnis konstruksi di Indonesia dengan menghadirkan inovasi produk sekaligus memperluas kapasitas layanan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran Jayamix Advanced Waterproof Concrete, produk beton siap pakai yang dikembangkan untuk meningkatkan perlindungan struktur bangunan terhadap rembesan air sekaligus memperpanjang daya tahan konstruksi.

Produk tersebut dilengkapi teknologi self-healing yang mampu membantu menutup keretakan mikro (micro crack) secara alami serta formulasi Advanced Waterproof untuk memberikan perlindungan tambahan pada struktur beton.

Selain inovasi produk, Jayamix by SCG juga memperbarui sertifikasi Green Label untuk produk Jayamix Ready-Mix Concrete (RMC) dengan predikat Gold. Sertifikasi ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

SCG juga memperluas kapasitas operasional melalui pembangunan (groundbreaking) batching plant Jayamix by SCG di Marunda, Jakarta Utara. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan beton siap pakai serta meningkatkan kecepatan layanan bagi pelanggan di wilayah Jakarta Utara dan Bekasi.

Peramas Wajananawat, Cement Plant Director SCG Indonesia, mengatakan perusahaan terus memperkuat daya saing melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi di tengah tantangan ekonomi global.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, kami terus memperkuat daya saing melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk menjaga ketahanan bisnis. SCG senantiasa memantau perkembangan situasi ekonomi dan dinamika pasar secara cermat, serta mengambil langkah-langkah proaktif di seluruh lini bisnis untuk menjawab berbagai tantangan yang ada,” ujar Peramas.

Ia menambahkan, SCG berkomitmen menghadirkan inovasi, memperluas produk ramah lingkungan, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui prinsip bisnis Inclusive Green Growth.

Sementara itu, President Director SCG Readymix Indonesia, Tirayot Thamwongsa, menyampaikan bahwa pengembangan produk inovatif merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pembangunan konstruksi berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: SCG Bukukan Laba Rp3,4 Triliun di Kuartal I-2026

“Kami akan terus menghadirkan solusi beton siap pakai yang tidak hanya memiliki kualitas dan kinerja unggul, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan lingkungan. Melalui pengembangan produk inovatif dan ramah lingkungan, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang sekaligus mendorong terciptanya pembangunan yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Tirayot.

Melalui penguatan produk inovatif dan ekspansi kapasitas, SCG menargetkan dapat terus mendukung perkembangan industri konstruksi Indonesia sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra