Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Konflik Hormuz, Diplomasi RI Berbuah Hasil

Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Konflik Hormuz, Diplomasi RI Berbuah Hasil Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kabar baik datang dari kawasan Timur Tengah setelah kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6/2026) malam WIB.

Keberhasilan tersebut menjadi momen penting setelah kapal itu tertahan sejak awal Maret 2026 akibat meningkatnya risiko keamanan yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir keterangan perusahaan, Gamsunoro dinyatakan berhasil melewati titik kritis Selat Hormuz pada pukul 20.00 WIB dan mencapai zona aman setelah menempuh perjalanan selama sekitar 16 jam.

Pencapaian itu sekaligus mengakhiri masa tunggu berbulan-bulan yang membuat kapal belum dapat bergerak secara normal di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Perlintasan kapal dilakukan setelah serangkaian penilaian risiko dan koordinasi intensif antara Pertamina, PIS, Kementerian Luar Negeri, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di kawasan terkait.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keselamatan awak kapal dan keamanan aset negara menjadi prioritas utama sejak situasi konflik mulai berkembang.

"Sejak awal situasi ini berkembang, Pertamina menempatkan aspek keselamatan kru dan keamanan aset sebagai prioritas tertinggi. Oleh karena itu, kami terus mengedepankan koordinasi yang sangat erat dan intensif dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di kawasan terkait, serta seluruh stakeholder strategis lainnya. Sinergi ini memastikan setiap langkah mitigasi risiko yang diambil selaras dengan diplomasi perlindungan aset negara dan kepentingan strategis nasional di luar negeri," ujar Baron.

Keberhasilan tersebut juga disebut menjadi bukti pentingnya diplomasi dan koordinasi lintas lembaga dalam menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sebelum mendapat izin bergerak, perusahaan melakukan berbagai simulasi dan evaluasi untuk memastikan kapal dapat melintas dengan aman tanpa membahayakan awak maupun muatan.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan keputusan untuk menggerakkan kapal baru diambil setelah perusahaan melakukan pembahasan dan penilaian risiko secara ketat selama lebih dari satu bulan.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega.

Dalam perjalanan tersebut, kapal mulai bergerak dari Teluk Arab pada pukul 01.06 waktu Dubai dan melaju dengan kecepatan sekitar 7,5 knot menuju Selat Hormuz.

Gamsunoro tiba di mulut selat sekitar pukul 13.00 waktu setempat sebelum akhirnya dinyatakan berhasil melewati kawasan paling sensitif tersebut beberapa jam kemudian.

Selama proses pelayaran, kapal dipantau selama 24 jam penuh melalui pusat krisis yang disiagakan perusahaan di darat.

Menurut Vega, koordinasi antara awak kapal dan tim pemantau terus dilakukan secara real time guna mengantisipasi setiap kemungkinan yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.

Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran operasional distribusi energi Indonesia di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: Satu Kapal Pertamina Bisa Lewati Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret 2026

Sementara itu, satu armada lainnya yakni VLCC Pertamina Pride masih berada dalam tahap persiapan untuk melakukan pelayaran serupa dengan tetap mempertimbangkan perkembangan keamanan dan rekomendasi internasional.

"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman," tutup Vega.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama