Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diplomasi AS Memanas di Teluk, Menteri Luar Negeri Ungkap Sikap Negara-Negara Kunci

Diplomasi AS Memanas di Teluk, Menteri Luar Negeri Ungkap Sikap Negara-Negara Kunci Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan mengambil kebijakan yang dapat merugikan stabilitas dan kepentingan negara-negara mitra di kawasan Teluk, terutama terkait isu Selat Hormuz yang kembali menjadi sorotan dalam dinamika geopolitik global.

Pernyataan itu muncul setelah Rubio melakukan serangkaian pertemuan dengan negara-negara Teluk di Bahrain, yang menurutnya menghasilkan pembahasan intens mengenai keamanan kawasan, stabilitas energi, serta arah negosiasi lanjutan dengan Iran.

Rubio menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan menetapkan keputusan sepihak yang berdampak negatif pada kemakmuran dan keamanan mitra regionalnya.

“Tidak ada keputusan atau komitmen apa pun yang akan diambil yang dapat merugikan kemakmuran, stabilitas, atau keamanan mitra kami di Teluk,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa tidak ada dukungan dari negara-negara Teluk terhadap wacana tarif, biaya, atau pungutan apa pun atas penggunaan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global.

“Tidak ada dukungan sama sekali di antara negara-negara Teluk untuk segala bentuk tarif, biaya, atau apa pun yang mengenakan pungutan atas penggunaan perairan internasional,” kata Rubio di Bahrain.

Baca Juga: Rusia Siap Kawal Kesepakatan AS-Iran ke PBB, Apakah Perdamaian Besar Timur Tengah Segera Terjadi?

Rubio menyebut pertemuan dengan para pejabat Teluk berlangsung konstruktif, di mana masing-masing pihak menyampaikan kekhawatiran sekaligus gagasan konkret terkait stabilitas kawasan di tengah ketegangan yang melibatkan Iran.

Ia juga menyinggung bahwa pembahasan mengenai dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS untuk Iran belum menjadi bagian dari diskusi resmi dengan negara-negara Teluk.

Menurutnya, skema tersebut masih berada pada tahap awal dan akan dibahas lebih lanjut dalam proses negosiasi yang sedang berjalan.

Rubio menambahkan bahwa pembahasan antara pihak-pihak terkait Iran, Israel, dan Lebanon masih berada dalam fase awal, namun menunjukkan perkembangan diplomatik yang dinilai cukup signifikan.

Ia bahkan menyoroti adanya komunikasi langsung antara Lebanon dan Israel untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir, yang disebutnya sebagai langkah penting dalam upaya meredakan ketegangan kawasan.

“Ini adalah proses yang akan memerlukan waktu dan banyak kerja keras,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama