Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Daya Saing Industri Kreatif Nasional, BI Hadirkan 45 Koleksi Baru UMKM Jabar

Perkuat Daya Saing Industri Kreatif Nasional, BI Hadirkan 45 Koleksi Baru UMKM Jabar Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

BANDUNG ,– Bank Indonesia mempercepat penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan meluncurkan 45 koleksi fashion baru karya pelaku UMKM Jawa Barat dalam ajang Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Peluncuran koleksi terbaru tersebut digelar melalui fashion show di Trans Convention Centre, Bandung, pada rangkaian Sunda Karsa Fest yang berlangsung 26–28 Juni 2026. Sebanyak 14 UMKM fashion Jawa Barat memperkenalkan masing-masing tiga koleksi terbaru yang memadukan wastra Nusantara, kekayaan budaya lokal, serta desain kontemporer untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menegaskan Bank Indonesia terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar.

"Bank Indonesia terus berkomitmen mendorong penguatan daya saing UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi. Kami berharap UMKM Jawa Barat mampu menghadirkan produk yang inovatif, berkualitas, dan memiliki identitas budaya yang kuat sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun global," ujar Junanto, Minggu (28/6/2026)

Menurutnya, peluncuran koleksi terbaru tersebut bukan sekadar memperkenalkan produk baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong pelaku UMKM membangun identitas merek, meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan diferensiasi yang menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan industri kreatif.

Adapun, 14 UMKM yang berpartisipasi antara lain Batik Kakak, Batik Miranti Majalengka, Bina Bordir, Boemi Tirta, Boolao, Edith House, GITARATNA, JOFANDESIGN, Olla On Ethnic by Achi, NEU MEN, Papelaria, Renata Label, Viera Sutra Alam, dan Rumah Batik Komar.

Seluruh koleksi mengangkat kekayaan budaya Jawa Barat melalui perpaduan motif tradisional dengan sentuhan desain modern sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas lokal.

Bank Indonesia menilai penguatan kualitas produk dan inovasi menjadi faktor penting agar UMKM tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu meningkatkan ekspor produk kreatif Indonesia. Karena itu, pengembangan kapasitas usaha terus diiringi dengan perluasan akses pemasaran melalui berbagai pameran dan promosi.

Sunda Karsa Fest 2026 juga menghadirkan pameran UMKM, produk halal, kriya, kuliner, seminar, kompetisi, hingga berbagai pertunjukan seni yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring bisnis dan menjangkau konsumen baru.

Baca Juga: Kuatkan Nilai Rupiah, Bank Indonesia dan China Jalin Kerja Sama Ini

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Sunda Karsa Fest menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan UMKM sekaligus memperkuat promosi produk kreatif Jawa Barat agar semakin dipercaya sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.

Ia mengusulkan agar penyelenggaraan kegiatan serupa digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

Selain mendorong penguatan UMKM, Dedi Mulyadi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga keberlanjutan industri kreatif melalui regenerasi para perajin tradisional.

"Kita usulkan pembentukan Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis dengan melibatkan para maestro sebagai pengajar agar keterampilan membatik, menganyam, memahat, melukis, hingga memasak tradisional dapat diwariskan kepada generasi muda,"ungkapnya

Sinergi antara penguatan kapasitas UMKM, inovasi produk, perluasan pasar, dan pelestarian budaya tersebut diharapkan memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional sekaligus meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Istihanah