Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Ingin Mobil Nasional, Toyota: Masalahnya Bukan Sekadar Merek

Prabowo Ingin Mobil Nasional, Toyota: Masalahnya Bukan Sekadar Merek Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki merek mobil nasional yang kuat meski telah 81 tahun merdeka. Menanggapi hal tersebut, PT Toyota-Astra Motor (TAM) menilai pembangunan industri otomotif nasional tidak cukup hanya menghadirkan sebuah merek kendaraan, tetapi harus diawali dengan penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan membangun industri otomotif yang berdaya saing merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Membangun industri otomotif yang kuat membutuhkan proses jangka panjang dan kolaborasi seluruh stakeholder. Bukan hanya menghadirkan sebuah merek, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup manufaktur, supply and value chain, SDM, riset dan teknologi, hingga daya saing produk di pasar domestik maupun ekspor," kata Bansar kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).

Pernyataan tersebut merupakan respons atas pandangan Presiden Prabowo yang disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku kerap mempertanyakan kepada kalangan akademisi mengapa Indonesia belum mampu memiliki mobil buatan sendiri yang kuat, padahal pasar otomotif nasional merupakan salah satu yang terbesar di kawasan.

"Saya selalu tanya, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penjualan kendaraan di Indonesia yang mencapai jutaan unit setiap tahun seharusnya menjadi modal untuk membangun industri otomotif nasional yang lebih mandiri dan kompetitif.

Meski demikian, Kepala Negara mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan perguruan tinggi dan pelaku industri dalam mengembangkan kendaraan karya anak bangsa. Ia optimistis Indonesia mampu mewujudkan mobil nasional yang berdaya saing.

Baca Juga: 81 Tahun Jadi Pasar, Prabowo Minta Indonesia Berani Mulai Bangun Mobil Buatan Sendiri

Baca Juga: Prabowo: Kenapa Setelah Delapan Dekade Merdeka Indonesia Baru Bisa Produksi Mobil Sendiri?

Menanggapi hal tersebut, Bansar menegaskan bahwa keberhasilan industri otomotif tidak hanya diukur dari keberadaan sebuah merek kendaraan. Yang lebih penting adalah membangun rantai industri yang terintegrasi, mulai dari pengembangan teknologi, kapasitas manufaktur, jaringan pemasok komponen, hingga kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut menjadi fondasi utama agar industri otomotif nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Annisa Nurfitri