Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tentara dan Polisi Malah Tanam Padi dan Jagung di Era Prabowo, Ganjar: Untuk Apa? Bergeraklah...

Tentara dan Polisi Malah Tanam Padi dan Jagung di Era Prabowo, Ganjar: Untuk Apa? Bergeraklah... Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyoroti pelibatan tentara dan polisi dalam program pemerintah di sektor pangan dari Presiden Prabowo Subianto. Kedua profesi tersebut seharusnya berkonsentrasi pada fungsi utama pertahanan negara dan  menjalankan tugas menjaga keamanan dari Indonesia.

Menurut Ganjar, keterlibatan aparat dalam kegiatan tersebut tidak seharusnya menjadi prioritas ketika negara ini masih menghadapi persoalan ketenagakerjaan. Ia justru menyarankan agar sektor pertanian lebih banyak diarahkan untuk menyerap masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Kaesang Siap Maju Pileg di Dapil Neraka, Jokowi: Sudah Dihitung Risikonya

“Reformasi saat itu sudah mendorong bahkan dalam tumbuh saat sebelum dipisah TNI-Polri. Saat itu sudah berpikir reformasi saat para pemikir-pemikirnya tentara. Dan dia sudah mengatakan apa yang disebut kembalilah ke barak,” ujar Ganjar, dikutip Kamis (13/8/2026).

Ia kemudian mengingatkan kembali gagasan agar tentara tidak keluar dari fungsi pertahanan. Bagi Ganjar, pembagian fungsi tersebut harus tetap menjadi pijakan. Tentara memiliki tugas utama dalam pertahanan negara, sedangkan polisi bertanggung jawab terhadap keamanan dalam negeri.

“Untuk apa? Bergeraklah dalam bidangnya. Apa itu? Pertahanan. Polisi, keamanan,” tegas Ganjar.

Atas dasar pembagian fungsi tersebut, politikus itu menilai kegiatan seperti menanam padi dan jagung tidak perlu menjadi tugas utama prajurit maupun anggota kepolisian.

“Maka dua-duanya gak perlu tanam padi, tanam jagung, gak perlu,” imbuhnya.

Ganjar kemudian mengaitkan kebijakan tersebut dengan persoalan pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah. Menurut dia, terdapat banyak masyarakat yang membutuhkan lapangan pekerjaan, termasuk lulusan perguruan tinggi.

“Berapa sarjana nganggur hari ini? Kompas sudah memuat, sekarang lapangan kerja dibutuhkan oleh banyak orang,” tukasnya.

Ia menilai sektor pertanian justru dapat menjadi ruang untuk menyerap tenaga kerja. Pemerintah dapat menggunakan pendekatan padat karya untuk mengajak masyarakat yang belum bekerja masuk ke sektor pangan.

“Kita ingin maju pada persoalan sebutlah satu pangan,” tutur Ganjar.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya keterlibatan tentara dan polisi untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Ia bersikukuh pelibatan tersebut diperlukan untuk mengawal program swasembada pangan dan mencegah kebocoran anggaran. Menurutnya, pertanian adalah sektor strategis yang pengembangannya harus melibatkan seluruh pihak.

Baca Juga: 10 Tahun Diganggu, Ulama Bongkar Kezaliman Jokowi: Dakwah Kena Boikot, Mau Bangun Pesantren Direcoki

”Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah, angkatan laut tanam kedelai, angkatan udara tanam tebu. Tapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat,” tutur Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar