Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

81 Tahun Merdeka, Bos TMI Beberkan Penyebab RI Belum Miliki Mobil Nasional

81 Tahun Merdeka, Bos TMI Beberkan Penyebab RI Belum Miliki Mobil Nasional Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Harsusanto menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai belum terwujudnya mobil nasional setelah 81 tahun kemerdekaan merujuk pada kendaraan yang benar-benar dirancang, direkayasa, dan diproduksi oleh bangsa Indonesia sendiri.

Menurut Harsusanto, upaya membangun mobil nasional sebenarnya bukan hal baru. Indonesia pernah memiliki sejumlah inisiatif yang cukup maju, namun belum berhasil berlanjut hingga tahap produksi massal dan pengembangan industri yang berkelanjutan.

"Mungkin yang dimaksud Bapak Presiden adalah mobil yang benar-benar didesain, di-engineer, dan dimanufaktur oleh bangsa Indonesia sendiri," kata Harsusanto kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).

Ia mencontohkan Program Maleo yang digagas pada awal 1990-an sebagai salah satu upaya serius melahirkan mobil nasional. Saat itu, puluhan insinyur Indonesia terlibat dalam pengembangan kendaraan tersebut dan bahkan telah menghasilkan sejumlah purwarupa.

"Sekitar tahun 1993 sudah ada usaha untuk membuat mobil nasional, misalnya Program Maleo. Puluhan engineer Indonesia berusaha menciptakan mobil nasional yang dinamakan Maleo. Bahkan ketika itu para engineer sudah siap dengan lima show car," ujarnya.

Namun, menurut Harsusanto, program tersebut tidak dapat berlanjut karena berbagai faktor, termasuk persoalan politik. Setelah Maleo, sejumlah pionir juga sempat mencoba mengembangkan mobil nasional, tetapi belum mampu mencapai keberhasilan yang diharapkan.

Ia menilai keberhasilan membangun mobil nasional tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah. Dibutuhkan konsistensi kebijakan, arah pengembangan industri yang jelas, serta dukungan jangka panjang dari berbagai pihak.

"Untuk bisa berhasil, kalau hanya berdasar kemauan pemerintah saja mobil nasional sulit terwujud," katanya.

Harsusanto kemudian menyinggung pengalaman China yang kini menjadi salah satu kekuatan utama industri kendaraan listrik dunia. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak diraih dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang berlangsung selama puluhan tahun.

"Contohnya China. Mereka butuh waktu hampir 25 tahun untuk bisa mendominasi dunia dengan kendaraan listriknya," ujarnya.

Baca Juga: Digempur Mobil Listrik China, AHY Desak Indonesia Segera Bikin Mobil Nasional!

Baca Juga: Prabowo Ingin Mobil Nasional, Toyota: Masalahnya Bukan Sekadar Merek

Ia menambahkan, China juga memiliki figur yang berperan penting dalam mengarahkan pengembangan industri kendaraan listrik nasional sehingga mampu berkembang secara terintegrasi dari sisi teknologi, manufaktur, hingga pasar.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki mobil nasional yang kuat meski pasar otomotif domestik tergolong besar.

Menurut Prabowo, pertanyaan tersebut menjadi tantangan bagi kalangan akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk mencari solusi dalam memperkuat kemandirian teknologi dan manufaktur nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman