Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Berpotensi Gandeng Anies di Pilpres 2029

Prabowo Berpotensi Gandeng Anies di Pilpres 2029 Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Mazdjo Pray mengungkapkan spekulasi liar yang berkembang mengenai sosok calon wakil presiden (cawapres) bagi Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

Menurutnya, berdasarkan sejarah kepemimpinan Indonesia, presiden petahana tidak selalu mempertahankan wakil yang sama, termasuk Presiden ke-7 Joko Widodo. 

Karena itu, Prabowo dinilai berpotensi lebih nyaman memilih figur dengan posisi tengah, sosok yang adem, merangkul, dan tidak membawa beban dinasti politik. Salah satu nama yang disebut adalah Anies Baswedan, lawan politiknya di Pilpres 2024.

"Lalu ada juga Anies Baswedan, walaupun tadinya musuhan, bisa jadi, namanya politik. Anies memang punya basis pemilih sendiri," ungkap Mazdjo, dalam Kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Selasa (30/6).

Selain Anies, Mazdjo juga menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai figur yang pandai menurunkan suhu politik dengan gaya komunikasi yang tidak menyakiti pihak manapun.

'Atau mungkin melirik Pak Mahfud MD dengan citra hukum dan integritasnya, beliau adalah guru bangsa Pak Mahfud. Atau, dan ya ini yang paling renyah nih teman-teman, ambil Pak Ganjar, siapa tahu, ini politik semua punya kemungkinan," ujar Mazdjo.

Mazdjo menambahkan, ada ironi jika tokoh yang dulu dikalahkan justru digandeng oleh pihak yang mengalahkannya.

"Coba bayangin ironinya, tokoh yang dulu dikalahin malah digandeng sama yang ngalahin dia. Ingat enggak di Konoha hari ini Anda lawan, hari ini besok Anda bisa jadi kawan, lusa kamu bisa jadi pasangan. Enggak ada yang permanen kecuali satu hal: kepentingan,' katanya.

Baca Juga: Ancaman Politik? Prabowo Dipaksa Gandeng Gibran Lagi di 2029

Jika benar skenario figur tengah ini terwujud, pesannya jelas bahwa Presiden Prabowo ingin maju dengan beban seringan mungkin. 

"Dinasti diduga dianggap kelewat berat buat dibawa lari sprint menuju 2029," tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya