Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ancaman Politik? Prabowo Dipaksa Gandeng Gibran Lagi di 2029

Ancaman Politik? Prabowo Dipaksa Gandeng Gibran Lagi di 2029 Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Mazdjo Pray mengungkapkan tafsiran sejumlah pengamat politik terhadap instruksi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kepada PSI agar mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.

Menurut Mazdjo, sebagian pengamat menilai instruksi Jokowi bukanlah dukungan tulus kepada Prabowo, melainkan strategi untuk mengunci posisi cawapres agar tetap ditempati Gibran pada Pilpres 2029.

"Bahkan ada pengamat yang menafsirkan ada instruksi dua periode itu bukan sebagai dukungan tulus buat Pak Prabowo, bukan. Tapi sebagai cara diduga buat ngunci sang jenderal biar enggak punya pilihan lain selain tetap gandengan dengan sang putra alias Gibran," ungkapnya dalam Kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Selasa (30/6).

Mazdjo menambahkan, ada pula yang menilai hal tersebut sebagai bentuk tekanan psikologis bahkan ancaman politik bagi Prabowo.

"Ada yang nyebut itu tekanan psikologis, ada yang bahkan yang nyebut dengan keras sebagai bentuk ancaman politik. Kalau memang tidak apa-apa, ngapain teriak terus, 'Oh dukung sampai 2029, dukung sampai 2029,' kalau memang enggak ada apa-apa," tandasnya.

Baca Juga: Bagi Rocky Gerung Tiyo Ardianto itu Bodoh karena: 'Prabowo Dijadiin Kucing'

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya