Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

INDEF Ingatkan Efek Domino B50 ke APBN dan Minyak Goreng

INDEF Ingatkan Efek Domino B50 ke APBN dan Minyak Goreng Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Menurut INDEF GTI, beban menjaga distribusi dan stabilitas harga minyak goreng saat ini sudah cukup besar. Karena itu, penarikan bahan baku dalam jumlah besar untuk kebutuhan pencampuran biodiesel dapat memperbesar tekanan harga di pasar.

Dari sisi teknis, INDEF GTI menilai kesiapan menuju implementasi B50 relatif cukup matang. Namun, fasilitas hilir masih perlu diperkuat, terutama dermaga, tangki penyimpanan, pencampuran, dan logistik. Peningkatan dari B40 ke B50 diperkirakan menambah kebutuhan FAME sebesar 25%.

Pada saat yang sama, ketergantungan terhadap metanol impor juga berpotensi meningkat. INDEF GTI memperkirakan kebutuhan metanol dalam penerapan B50 dapat mencapai 2,9 juta ton, sementara kapasitas produksi domestik hanya sekitar 400.000 ton. Dengan demikian, impor metanol berpotensi naik sekitar 2,5 juta ton.

“Upaya memangkas impor solar justru menambah impor metanol di sisi lain,” tulis INDEF GTI.

Di sektor pengguna akhir, INDEF GTI menilai alat berat juga berpotensi menghadapi kenaikan biaya operasional. Biodiesel memiliki karakteristik menyerap air dan dapat memicu endapan serta korosi apabila penyimpanan dan perawatan tidak dikelola dengan baik.

Dengan porsi bahan bakar sekitar 40% dari biaya kontraktor, kenaikan konsumsi biodiesel sebesar 3% hingga 5% berpotensi menambah biaya bahan bakar sekitar 2% dari total biaya operasi. Beban pemeliharaan juga dapat meningkat, terutama pada filter dan pengendalian kadar air di tangki penyimpanan.

Pemerintah mendorong B50 sebagai bagian dari agenda kemandirian energi dan pengurangan impor solar. Namun, INDEF GTI menilai kebijakan tersebut tetap membutuhkan mitigasi risiko agar tidak memunculkan tekanan baru pada APBN, harga pangan, dan sektor pengguna akhir.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra