Ekspor Lampaui 7 Miliar Dolar AS, Industri Komponen Otomotif RI Makin Mendunia
Kredit Foto: WE
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menilai industri komponen otomotif nasional terus menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. Bahkan, sektor ini dinilai semakin memperkuat perannya dalam rantai pasok otomotif dunia seiring meningkatnya ekspor dan daya saing manufaktur dalam negeri.
Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, mengatakan industri komponen otomotif Indonesia saat ini tidak lagi hanya berorientasi memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari jaringan produksi global.
"Industri komponen otomotif sekarang sedang berada dalam fase ekspansi. Produk-produk kita sudah bisa diekspor ke berbagai negara dan menjadi bagian dari global supply chain," kata Rachmat, dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan menembus pasar internasional sekaligus menjadi tantangan bagi pelaku industri untuk terus meningkatkan daya saing. Persaingan yang semakin ketat dengan produsen dari berbagai negara membuat peningkatan produktivitas dan efisiensi menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Rachmat menilai berbagai program yang dijalankan Kementerian Perindustrian turut berperan dalam memperkuat daya saing industri komponen nasional. Penerapan konsep Industri 4.0, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga berbagai program pendampingan industri dinilai mampu mendorong produktivitas manufaktur.
Baca Juga: Tak Ingin Konsumen Gelisah, Kemenperin Desak Kepastian Insentif Otomotif
Ia juga menyoroti peran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan industri saat masa pandemi COVID-19. Menurutnya, kebijakan yang memungkinkan sektor manufaktur tetap beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan membuat rantai pasok industri komponen tetap berjalan, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Selain menjaga sisi produksi, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada industri kendaraan bermotor juga dinilai berhasil menopang permintaan di pasar dalam negeri. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan komponen yang dipasok oleh industri pendukung.
"Ketika industri kendaraan roda empat tumbuh, maka kebutuhan komponennya juga ikut meningkat. Ini membuat aktivitas produksi di sektor komponen tetap terjaga," ujarnya.
Berdasarkan data GIAMM, industri otomotif roda empat mencatat pertumbuhan sebesar 14 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut memberikan efek positif terhadap industri komponen, sementara pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil turut membantu menjaga utilisasi kapasitas produksi.
Di sisi lain, transformasi industri menuju kendaraan rendah emisi juga membuka peluang baru bagi produsen komponen dalam negeri. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), baik untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang lebih efisien maupun kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Pemerintah terus memberikan dorongan melalui berbagai regulasi agar industri komponen nasional bisa semakin terintegrasi ke dalam global supply chain," kata Rachmat.
Baca Juga: Indonesia Bidik Belarus sebagai Pasar Baru Ekspor CPO
Kinerja ekspor industri komponen otomotif Indonesia pun menunjukkan tren yang positif. Sepanjang 2025, produk komponen buatan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 100 negara dengan nilai ekspor melampaui US$7 miliar.
Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara ASEAN masih menjadi pasar utama. Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa industri komponen otomotif nasional semakin mendapat kepercayaan dari pelaku industri global serta memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar ekspor pada tahun-tahun mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: