Dukung Pengembangan AI dan Pusat Data, MoraRepublic dan HMN Tech Uji Sistem Kabel Bawah Laut RI-Singapura
Kredit Foto: MoraRepublic
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) bersama HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech) menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Keberhasilan ini menjadi tahapan penting sebelum sistem kabel bawah laut berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dan Singapura mulai dioperasikan.
Proyek MIC-3 akan menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam melalui pemasangan dua 32FP branching unit di sepanjang jalur kabel bawah laut. Ke depan, MoraRepublic juga menyiapkan perluasan jaringan melalui dua reserved branching unit, termasuk untuk koneksi menuju Jakarta.
Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat jalur komunikasi berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai salah satu gerbang digital internasional dengan Indonesia yang memiliki pasar digital besar.
Selain meningkatkan konektivitas kedua negara, MIC-3 juga ditujukan untuk memperkuat interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura-Johor-Batam. Jalur ini dinilai akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara sekaligus memenuhi kebutuhan infrastruktur bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.
Sistem MIC-3 dibangun menggunakan dua 32FP branching unit terbaru dari HMN Tech yang dilengkapi teknologi 16FP optical switch. Teknologi tersebut memungkinkan pengalihan layanan komunikasi secara fleksibel antara jalur utama dan jalur percabangan sehingga kapasitas jaringan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan di masa depan.
Selain itu, penggunaan kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech diklaim mampu menghadirkan kapasitas transmisi sangat tinggi (ultra-high capacity) dengan latensi sangat rendah (ultra-low latency). Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan bandwidth seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital di kawasan.
Setelah beroperasi secara komersial, MIC-3 akan diintegrasikan dengan jaringan domestik dan internasional yang telah dimiliki MoraRepublic. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi digital lintas negara di Asia Tenggara.
Chief Technology Officer MoraRepublic, Michael C. McPhail, mengatakan proyek MIC-3 merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital regional.
"Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional. Proyek ini menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, sekaligus memungkinkan perluasan cakupan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui fleksibilitas branching yang telah disiapkan. Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan," ujar Michael dalam keterangannya.
Baca Juga: Mirip SLIK Perbankan, OJK Dorong Pusat Data Asuransi Kesehatan Terintegrasi
Baca Juga: Nezar Patria Nilai Biaya Internet Indonesia Masih Terlalu Mahal
Sementara itu, Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, mengatakan kebutuhan konektivitas global terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI.
"Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat. Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan," kata Ma.
MIC-3 menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas digital Asia Tenggara sekaligus menyediakan infrastruktur pendukung bagi pertumbuhan layanan digital, pusat data, dan teknologi AI di masa mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: