Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mantan PM Israel Bongkar Borok Netanyahu: Loyo dan Disetir Menteri 'Bodoh' Garis Keras!

Mantan PM Israel Bongkar Borok Netanyahu: Loyo dan Disetir Menteri 'Bodoh' Garis Keras! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, melayangkan kritik pedas kepada PM Benjamin Netanyahu. Bennett secara terang-terangan menyebut Netanyahu telah kehilangan taji dan tidak lagi mampu memimpin jalannya pemerintahan karena disetir oleh menteri-menteri sayap kanan dan kelompok Yahudi ultra-Ortodoks (Haredim).

"Dia tidak mampu memimpin pemerintahannya sendiri, karena Ben-Gvir dan Smotrich, dan kelompok Haredim, mereka semua mengendalikan dirinya," ujar Bennett.

Bennett mengecam keras keberadaan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich di dalam kabinet. Ia bahkan tidak segan-segan menyebut para menteri garis keras tersebut sebagai orang bodoh yang kerap melontarkan pernyataan konyol yang merusak citra Israel.

"Saya tidak akan membiarkan orang-orang bodoh dalam pemerintahan saya, menyampaikan pernyataan-pernyataan yang benar-benar konyol. Sejak awal, saya tidak akan mengizinkan Ben-Gvir masuk ke pemerintahan saya," tegas PM Israel periode 2021-2022 tersebut.

Baca Juga: Anggota Kongres Amerika Salahkan Israel atas Bencana Perang Iran, Ajak Hentikan Bantuan ke Netanyahu

Menurut Bennett, anjloknya posisi diplomatik Israel di mata internasional saat ini murni karena ulah kabinet Netanyahu sendiri, bukan karena bias media luar. Para menteri dinilai terus mencederai reputasi negara tanpa adanya upaya diplomasi publik yang masif.

Lebih lanjut, tokoh oposisi ini memperingatkan bahwa strategi perang berkepanjangan yang dilakoni Netanyahu di Gaza, Lebanon, dan Iran telah menyimpang jauh dari doktnin militer asli Israel. Alih-alih membawa kemenangan cepat, perang tanpa akhir ini justru menguras habis perekonomian dan kekuatan pasukan cadangan mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: