Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Eks Panglima Militer Israel Gadi Eisenkot Resmi Maju Capres, Siap Tumbangkan Netanyahu

Eks Panglima Militer Israel Gadi Eisenkot Resmi Maju Capres, Siap Tumbangkan Netanyahu Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peta politik Israel memanas setelah Gadi Eisenkot secara resmi mendeklarasikan diri maju sebagai calon Perdana Menteri untuk menantang Benjamin Netanyahu. Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel (IDF) tersebut berjanji akan mengakhiri era pemerintahan saat ini yang dituduhnya telah memicu kekacauan besar dan perpecahan nasional.

"Oktober mendatang, pemerintahan Oktober yang mengerikan akan berakhir. Kita akan membuka babak baru dan jauh lebih baik dalam sejarah Israel. Kita akan menulisnya bersama," tegas Eisenkot dengan nada optimistis.

Mengusung slogan kampanye "Israel harus menang," Eisenkot menegaskan bahwa pemilu mendatang merupakan pertaruhan hidup dan mati demi menjaga keamanan, persatuan, dan jiwa negara Israel. Ia bertekad untuk menjadi sosok pemimpin yang merangkul dan mempersatukan seluruh lapisan warga negara.

Meskipun tidak menyebut nama Netanyahu secara langsung, sindiran tajam Eisenkot mengarah telak pada kebijakan perdana menteri petahana tersebut. Ia mengecam keras manuver kabinet Netanyahu yang berusaha meloloskan undang-undang pengecualian wajib militer bagi kaum pria Yahudi ultra-Ortodoks.

Baca Juga: Mantan PM Israel Bongkar Borok Netanyahu: Loyo dan Disetir Menteri 'Bodoh' Garis Keras!

"Ini adalah kepemimpinan yang asing dengan kata-kata 'akuntabilitas' dan 'teladan pribadi'. Ini adalah kepemimpinan yang berbohong. Seolah-olah tidak ada jalan lain selain kekacauan yang kita alami, yang satu-satunya cara memerintah adalah dengan memecah belah kita," tuduhnya secara blak-blakan.

Sebagai kandidat terkuat dari kubu oposisi saat ini, purnawirawan jenderal tersebut memperingatkan bahwa Israel sudah tidak memiliki kemewahan lagi untuk melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin. Ia berkomitmen penuh untuk menyingkirkan rezim saat ini yang dinilainya miskin visi dan tidak memiliki strategi masa depan yang jelas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: