Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri E-Sports Perluas Model Bisnis, Inkubasi Kreator Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Industri E-Sports Perluas Model Bisnis, Inkubasi Kreator Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Pengembangan ekosistem industri e-sports di Indonesia terus memasuki babak baru. Tidak lagi hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen, pelaku industri kini mulai mengarahkan ekspansi bisnis ke sektor pengembangan kreator konten digital.

Momentum tersebut dimanfaatkan Valforum dengan memperluas model bisnisnya menjadi pusat inkubasi talenta digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Berawal sebagai penyedia layanan terpadu bagi komunitas gim Valorant, Valforum kini bertransformasi menjadi ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan transaksi, manajemen talenta, hingga pengembangan kreator konten. Langkah ekspansi tersebut memperkuat posisi perusahaan di tengah pesatnya pertumbuhan industri e-sports Indonesia.

Sebelumnya, Valforum dikenal melalui layanan jual beli aset digital, penyewaan akun, game assistant, hingga top-up gim. Seiring meningkatnya permintaan pasar, perusahaan terus memperluas lini usahanya dengan menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi komunitas gamer dan kreator digital.

Memasuki 2024, ekspansi bisnis Valforum membuahkan pertumbuhan signifikan. Perusahaan membukukan omzet miliaran rupiah setiap bulan dengan dukungan sistem operasional berbasis teknologi dan tim yang terdiri atas 20 tenaga kerja profesional.

Founder Valforum, William Surya Dwiputra, mengatakan perjalanan bisnis perusahaan dimulai pada 2021 sebagai usaha mandiri yang dibangun tanpa dukungan investasi besar.

"Pada masa perintisan, operasional Valforum dihadapkan pada minimnya pengalaman manajerial. Proses membangun kepercayaan konsumen digital dan merapikan tata kelola transaksi yang sempat berantakan menjadi tantangan utama yang kami selesaikan melalui standardisasi sistem administrasi," ujar William, Rabu (1/7/2026).

Setelah membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, Valforum memperluas ekspansinya dengan membentuk divisi manajemen talenta digital. Saat ini, sebanyak 25 streamer dan gamer profesional telah bergabung dalam ekosistem perusahaan.

Program inkubasi tersebut diperkuat melalui strategi pemasaran digital dan pengembangan personal branding yang mengacu pada standar kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui pendekatan tersebut, Valforum mengklaim telah membina lima faceless creator sejak tahap awal hingga mampu mengelola kanal digital secara profesional dan menghasilkan pendapatan secara mandiri.

William menegaskan transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem media terbesar bagi komunitas Valorant.

"Transformasi bisnis kami sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pusat kekuatan media komunitas Valorant di tingkat nasional maupun global. Kami ingin membangun ekosistem yang mampu memberikan ruang berekspresi sekaligus membuka peluang karier yang berkelanjutan bagi para kreator digital," katanya.

Ke depan, Valforum akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui berbagai program komunitas, kegiatan apresiasi bagi kreator, serta penyelenggaraan acara berskala besar yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pemain dan kreator konten.

"Industri e-sports Indonesia kini berkembang menjadi sektor ekonomi digital yang mampu melahirkan peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mempercepat lahirnya kreator lokal yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: