Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Akhiri Blokade, Iran Disebut Langsung Ekspor Lebih dari 40 Juta Barel Minyak

AS Akhiri Blokade, Iran Disebut Langsung Ekspor Lebih dari 40 Juta Barel Minyak Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah Amerika Serikat mengakhiri blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Teheran mengklaim telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak mentah. Kembalinya aktivitas ekspor tersebut menandai pulihnya akses Iran ke pasar energi global setelah perdagangan sempat terhenti hampir dua bulan akibat konflik bilateral dengan Washington.

Ketua Parlemen Iran yang juga menjabat sebagai Kepala Negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pencabutan blokade langsung berdampak pada melonjaknya pengapalan minyak mentah dari negaranya.

"Sejak hari blokade angkatan laut dicabut, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," ujar Ghalibaf.

Ia menjelaskan, selama blokade berlangsung sebelum tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat, Iran sama sekali tidak dapat menjalankan aktivitas ekspor minyak mentah.

Sementara itu, perusahaan pemantau kapal tanker TankerTrackers.com memperkirakan volume pengiriman minyak Iran bahkan mencapai sekitar 50 juta barel. Perhitungan tersebut didasarkan pada analisis citra satelit dan sistem pelacakan kapal secara waktu nyata.

Pemulihan ekspor minyak terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan bilateral pada 17 Juni 2026 yang mengakhiri konflik selama empat bulan.

Kesepakatan itu juga membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz serta memulai masa negosiasi menuju perdamaian permanen selama 60 hari. Dalam periode tersebut, Iran membebaskan biaya transit kapal yang melintasi Selat Hormuz, namun tetap menegaskan tidak akan mengurangi kedaulatannya atas jalur pelayaran strategis tersebut.

"Kedaulatan Selat Hormuz berada di tangan Iran dan Oman. Iran tidak akan melepaskan haknya atas Selat Hormuz dalam keadaan apa pun," tegas Ghalibaf.

Baca Juga: Prabowo Puji Kualitas SPPG MBG Polri hingga Minta Polisi Kuasai AI untuk Tangani Kejahatan

Selain itu, Ghalibaf membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut dana aset Iran sebesar 12 miliar dolar AS yang telah dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika Serikat.

Menurut dia, dana tersebut merupakan bagian dari total 24 miliar dolar AS aset Iran yang sebelumnya dibekukan di luar negeri. Seluruh dana yang telah dicairkan akan disalurkan ke bank sentral Iran untuk membiayai berbagai kebutuhan prioritas di dalam negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat