Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Tawaran Menarik dari Amerika Serikat untuk Iran Saat Negosiasi di Qatar: Berpikirlah Lebih Besar

Ada Tawaran Menarik dari Amerika Serikat untuk Iran Saat Negosiasi di Qatar: Berpikirlah Lebih Besar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menawarkan prospek pencabutan sanksi terhadap Iran. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas dalam perundingan yang berlangsung di Doha, Qatar. Sebagai imbalannya, mereka meminta adanya jaminan keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Dikutip dari Axios, Kamis (2/7), Amerika ingin negara tersebut membatalkan rencana pengenaan biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut. Isu Selat Hormuz menjadi salah satu pembahasan utama pada hari kedua negosiasi antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Doha.

Baca Juga: Pengadilan Berikan Satu Bulan untuk Negosiasi, Kasus Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi

Washington menurut laporan secara langsung meminta negara terkait mengurungkan rencana mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi selat tersebut. Pemerintah Amerika Serikat menilai manfaat ekonomi dari pencabutan sanksi akan jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh dari pungutan terhadap kapal.

"Berpikirlah lebih besar," demikian pesan Washington kepada Iran.

Amerika Serikat menilai pencabutan sanksi melalui kesepakatan komprehensif akan "100 kali lebih bernilai" dibandingkan menggunakan cara yang disebut sebagai "taktik preman" untuk memungut biaya pelayaran.

Persoalan tarif transit kini menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi kedua negara. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio telah menegaskan bahwa musuh tidak akan diizinkan mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Adapun Iran menyatakan bersedia menangguhkan rencana pengenaan biaya transit selama 60 hari, bertepatan dengan berlangsungnya perundingan nuklir bersama Amerika Serikat. Namun, Teheran juga mengisyaratkan bahwa kebijakan tersebut dapat diberlakukan apabila proses negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa adanya pembicaraan antara delegasi daru Iran dan Qatar di Doha.

Menurut Gharibabadi, kedua pihak sepakat membentuk jalur komunikasi khusus untuk melaporkan dan membahas setiap dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Iran dan Amerika Serikat.

Selain itu, Iran dan Qatar juga menyepakati pemanfaatan sebagian dana Iran senilai US$6 miliar yang sebelumnya dibekukan. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang diperlukan Iran.

Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan Gharibabadi dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Doha. Pertemuan tersebut difokuskan pada implementasi nota kesepahaman yang menjadi dasar berlangsungnya proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan bahwa kedua negara mulai membahas isu-isu ekonomi dan keamanan secara bersamaan. Bagi Amerika Serikat, menjaga kebebasan pelayaran menjadi syarat penting dalam setiap kesepakatan.

Baca Juga: Diakui Prabowo, Polisi Emang Paling Jago Soal Bangun Dapur MBG

Sementara bagi Iran, peluang pencabutan sanksi dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar apabila proses diplomasi berhasil mencapai titik temu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar