Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

VinFast VF MPV 7 Vs BYD M6 DM, Mana MPV Elektrifikasi yang Lebih Value for Money?

VinFast VF MPV 7 Vs BYD M6 DM, Mana MPV Elektrifikasi yang Lebih Value for Money? Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pilihan MPV elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Terbaru, VinFast resmi menghadirkan VF MPV 7 yang langsung masuk ke segmen keluarga dengan harga mulai Rp329 juta melalui skema sewa baterai. Kehadiran model tersebut membuat persaingan dengan BYD M6 DM semakin menarik untuk dicermati.

Meski sama-sama mengusung teknologi elektrifikasi, keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda. VinFast VF MPV 7 merupakan kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), sementara BYD M6 DM mengandalkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin.

Harga

Dari sisi harga, VF MPV 7 ditawarkan mulai Rp329 juta untuk 2.000 konsumen pertama melalui program sewa baterai. Jika baterai dibeli sekaligus, harga kendaraan mencapai Rp420 juta.

Sementara itu, BYD M6 DM dipasarkan dalam rentang harga sekitar Rp298 juta hingga Rp390 jutaan, tergantung varian yang dipilih. Dengan demikian, harga masuk BYD M6 DM berada di bawah VF MPV 7, sedangkan varian tertingginya masih lebih murah dibandingkan VF MPV 7 yang sudah termasuk baterai.

Bagi konsumen yang menjadikan harga sebagai pertimbangan utama, BYD M6 DM menawarkan titik masuk yang lebih rendah ke segmen MPV elektrifikasi.

Teknologi Penggerak

Perbedaan paling mendasar terletak pada teknologi yang digunakan.

Baca Juga: Dibanderol Mulai Rp329 Juta, Begini Spesifikasi MPV Listrik 7 Penumpang Besutan VinFast

VF MPV 7 sepenuhnya mengandalkan motor listrik dan baterai sebagai sumber tenaga. Artinya, kendaraan ini tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali selama digunakan.

Sebaliknya, BYD M6 DM mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian, namun tetap memiliki cadangan tenaga dari mesin konvensional ketika baterai habis atau saat menempuh perjalanan jauh.

Karakter tersebut membuat BYD M6 DM lebih fleksibel, terutama bagi konsumen yang belum sepenuhnya nyaman bergantung pada infrastruktur pengisian daya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman