Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Setahun Beroperasi, Danantara Dinilai Catat Hasil Positif Transformasi BUMN

Setahun Beroperasi, Danantara Dinilai Catat Hasil Positif Transformasi BUMN Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Melewati tahun pertama operasionalnya, Danantara Indonesia dinilai mulai menunjukkan capaian positif sebagai instrumen strategis pembangunan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Berbagai langkah pembenahan tata kelola, optimalisasi aset negara, hingga transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipandang menjadi bukti bahwa gagasan besarnya mulai diwujudkan melalui kerja nyata.

Pakar sekaligus praktisi komunikasi, Dr. M. Fariza Y. Irawady, lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), menilai kehadiran Danantara merupakan salah satu terobosan penting dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pengelolaan aset negara yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Menurut Fariza, sejak diluncurkan Danantara memang tidak diposisikan sebagai lembaga investasi biasa. Presiden Prabowo memperkenalkannya sebagai instrumen pembangunan nasional yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

"Presiden Prabowo sejak awal membangun optimisme bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju melalui pengelolaan sumber daya nasional yang lebih baik. Danantara menjadi salah satu instrumen untuk menerjemahkan optimisme tersebut ke dalam kebijakan dan kerja nyata," ujar Fariza dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Sabtu (04/07/2026).

Fariza, yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus dan Tenaga Ahli di sejumlah kementerian dan lembaga, serta kini menjadi Tenaga Ahli Bidang Kehumasan di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), menjelaskan bahwa dalam berbagai forum internasional, termasuk Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari 2026, Presiden Prabowo kembali menegaskan Danantara sebagai motor penggerak masa depan ekonomi Indonesia. Menurutnya, penegasan tersebut bukan sekadar narasi politik, melainkan bagian dari visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis dunia yang berdaya saing tinggi.

Kata Fariza, setelah berjalan satu tahun lebih Danantara mulai memperlihatkan arah transformasi yang positif. Sejumlah langkah pembenahan tata kelola BUMN, optimalisasi aset negara, peningkatan efisiensi, hingga upaya menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan yang sebelumnya kurang produktif menjadi indikator awal bahwa lembaga tersebut bekerja sesuai mandat yang diberikan.

Diketahui, berdasarkan data periode April 2025 - April 2026 terdapat sejumlah BUMN tercatat membukukan pertumbuhan laba yang signifikan. Di antaranya, PT Adhi Karya meraih laba Rp69 miliar atau meningkat 667 persen. PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun atau tumbuh 202 persen. PT Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen. 

Sementara itu, Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.

Selain itu, harapan jamaah haji dan umrah Indonesia untuk memperoleh fasilitas yang lebih memadai di Makkah mulai diwujudkan melalui gagasan Kampung Haji Presiden Prabowo, yang direalisasikan Danantara dengan mengakuisisi lahan berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram, sebagai tindak lanjut akuisisi Novotel dan aset perumahan di kawasan Thakher, 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

Menurut Fariza, dengan peningkatan kinerja yang kongkret ini Danantara dapat lebih leluasa memberikan kepuasan bagi bangsa Indonesia. 

“Kepuasan publik menjadi faktor yang sangat penting. Dalam riset disertasi doktoral saya, citra institusi dibentuk oleh tiga variabel utama, yaitu kinerja nyata, keandalan kehumasan dalam menyampaikan hasil kinerja kepada publik, serta kepuasan publik sebagai pengguna,” jelas Fariza.

Ia menegaskan, dari ketiga variabel tersebut, kepuasan publik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam membentuk citra institusi. “Artinya, semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegas Fariza yang tercatat pernah menjadi Staf Khusus dan Tenaga Ahli bidang bidang komunikasi dan sosial politik Menpan RB era Yuddy Chrisnandi. 

Selain itu, Fariza juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang dinilainya mampu menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo ke dalam langkah-langkah strategis yang terukur. Menurutnya, kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme, tata kelola yang baik, serta orientasi pada hasil menjadi modal penting bagi Danantara untuk membangun kepercayaan publik maupun investor.

"Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara mulai menunjukkan bahwa lembaga ini bukan sekadar konsep besar, tetapi mampu bergerak sebagai institusi yang bekerja secara profesional. Langkah-langkah konsolidasi aset, pembenahan tata kelola, serta penguatan transformasi BUMN menjadi sinyal positif bahwa Danantara berada di jalur yang tepat," ungkapnya.

Menurut Ketua Tim Media Kemenko Polhukam saat dipimpin oleh Wiranto ini, kepemimpinan Rosan juga berhasil membangun optimisme bahwa pengelolaan kekayaan negara dapat dilakukan dengan standar tata kelola modern tanpa meninggalkan orientasi terhadap kepentingan nasional. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kredibilitas Danantara di mata investor global sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Fariza yang mengutip Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menyampaikan, hingga Juli 2026, sekitar 240 entitas BUMN telah dipangkas. Pemangkasan ini sebagai bagian dari upaya membangun struktur perusahaan yang lebih efisien, sehat, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: Seluruh BUMN Rampungkan Laporan 2025, Danantara Lanjutkan Audit Konsolidasi

"BP BUMN bersama Danantara akan terus mendorong konsolidasi dan optimalisasi pengelolaan aset sebagai bagian dari transformasi BUMN yang berkelanjutan," kata Dony. 

Dia mengungkapkan, keberadaan Danantara juga menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma pengelolaan BUMN. Perusahaan-perusahaan milik negara harus mampu bersaing melalui kualitas layanan, profesionalisme, inovasi, dan tata kelola yang baik, bukan bergantung pada perlakuan istimewa karena statusnya sebagai perusahaan negara.

"BUMN harus menjadi motor pembangunan nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, memperkuat industri, mendorong kemajuan teknologi, sekaligus menjaga kepentingan rakyat. Profesionalisme harus menjadi fondasi utama agar transformasi ini berkelanjutan," tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat