Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Warga Lampung Timur Tolak Bayar Pajak demi Bangun Jalan Swadaya, Begini Respons Bupati

Viral Warga Lampung Timur Tolak Bayar Pajak demi Bangun Jalan Swadaya, Begini Respons Bupati Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan aksi protes warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur, mendadak viral di media sosial.

Kecewa karena akses jalan di wilayahnya bertahun-tahun rusak parah tanpa sentuhan pemerintah, warga blak-blakan mengaku enggan lagi membayar pajak dan memilih mengalihkan uangnya untuk membangun jalan secara mandiri.

Dalam potongan video yang beredar luas, seorang warga secara terbuka menyampaikan pesan menohok yang ditujukan langsung kepada kepala daerah setempat.

"Selamat pagi, izin Bupati Lampung Timur. Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung," ujar seorang warga dalam rekaman tersebut.

Ia menambahkan bahwa aksi urunan membeli semen ini terpaksa dilakukan karena kondisi jalan yang sudah terlampau rusak.

"Nunggu dari pemerintah tidak kunjung dibangun, sudah rusak parah. Jadi inisiatif dari masyarakat, bangun sendiri ajalah. Pajak saya enggak saya bayarkan, saya gunakan untuk beli semen," cetusnya.

Bupati Lampung Timur Buka Suara: Masuk Kawasan Register

Menanggapi gelombang protes warganet dan warga lokal tersebut, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, angkat bicara. Ela menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah (Pemda) sebenarnya telah memantau dan memonitor kondisi jalan di Dusun Umbul Glimbung.

Menurut Ela, salah satu kendala dalam percepatan pembangunan di wilayah tersebut adalah status geografisnya yang masuk dalam kawasan register.

"Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani," jelas Ela saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Ela membeberkan bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat proyek perbaikan jalan belum bisa merata ke seluruh titik.

Ia justru menilai aksi gotong royong yang viral tersebut sebagai bentuk partisipasi positif warga dalam mempercepat akses transportasi yang belum tercover APBD.

"Ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah," tambahnya.

Bupati Ela Siti Nuryamah menduga kuat bahwa titik jalan rusak yang diprotes warga dalam video viral tersebut memang belum masuk dalam jadwal tahapan pembangunan yang berjalan.

Meski sempat diwarnai aksi boikot bayar pajak oleh warga, Pemda Lampung Timur memastikan tidak akan menutup mata. Pihaknya berjanji akan menjadikan aspirasi dan kritik pedas masyarakat ini sebagai bahan evaluasi prioritas kerja ke depan.

"Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat," pungkas Ela.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: