Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan skema subsidi untuk bahan bakar kategori Public Service Obligation (PSO) tetap berlaku dalam penerapan mandatori biodiesel B50.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan perubahan komposisi campuran biodiesel dalam solar tidak mengubah kebijakan subsidi bagi BBM PSO.
“Mau jadi B50, mau jadi B40, kalau yang PSO tetap disubsidi,” kata Eniya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam penyaluran di SPBU, BBM PSO yang berkaitan dengan program biodiesel merujuk pada solar subsidi atau Bio Solar. Saat ini, harga Bio Solar masih dipatok Rp6.800 per liter.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah persiapan pemerintah menuju peluncuran resmi mandatori biodiesel B50. Program ini merupakan campuran 50% biodiesel berbasis minyak nabati dengan 50% minyak solar.
Eniya mengatakan, pemerintah masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan program tersebut. Meski demikian, ia memastikan persiapan teknis terus berjalan.
“Itu, kepastian B50, tanya Mbak Jubir (KESDM). Kita nunggu launching. Iya, jadwal beliau, Presiden. Ini kan legacy beliau. Pokoknya kita persiapan,” ujarnya.
Mengenai kesiapan di lapangan, Eniya menyebut proses persiapan masih berjalan menuju waktu peluncuran. Saat ditanya apakah produk B50 sudah tersedia di SPBU, ia meminta hal tersebut dikonfirmasi kepada operator.
“Nanti itu dilaporkan Pertamina, ya. Persiapan di lapangan sudah pasti ada, menuju launching,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait besaran alokasi biodiesel untuk B50, Eniya menyebut angkanya belum final. Menurutnya, perhitungan volume masih bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan.
Baca Juga: Perdana, Elnusa Petrofin Salurkan Biosolar Industri B50 untuk Dukung Transisi Energi
Baca Juga: Prabowo Resmikan B50 pada 9 Juli, Pemerintah Tancap Gas Transisi Energi Nasional
“Belum berhitung. Itu range kayaknya. Karena naik-turun, naik-turun terus ini perhitungannya,” jelas Eniya.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan implementasi biodiesel B50 pada 9 Juli 2026.
“Ini info kepada kawan-kawan media, adapun peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1–2 minggu ke depan. Kalau tidak salah rencananya tanggal 9, nanti bisa dikonfirmasi ulang,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra