Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bongkar Motif Sayembara Denny Indrayana: Ijazah Gibran Cuma Kedok Nyari Sumbangan!

Bongkar Motif Sayembara Denny Indrayana: Ijazah Gibran Cuma Kedok Nyari Sumbangan! Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka mengungkapkan agenda utama pakar hukum tata negara Denny Indrayana menggelar sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Dedy, tujuan sayembara tersebut bukan sekadar mencari ijazah, melainkan mencari sumbangan. Ia menegaskan bahwa ijazah Gibran sudah jelas terverifikasi oleh lembaga resmi negara karena digunakan sebagai syarat pencalonan wakil presiden.

"Ini agenda utamanya nyari sumbangan, bukan nyari ijasah yang jelas-jelas sudah terverifikasi sebagai syarat pencalonan oleh lembaga negara yang berwenang," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (16/7).

Sebelumnya, Denny mengumumkan bahwa hadiah sayembara bagi siapa pun yang bisa memperlihatkan ijazah SMA Gibran naik tajam. Dari Rp100 juta, kini jumlahnya dipatok menjadi Rp300 juta.

"Update SAYEMBARA IJAZAH SMA GIBRAN Yang dicari Ijazah SMA, Yang Ketemu Karet Gelang. Belum seminggu, sumbangan untuk hadiah sayembara menemukan Ijazah Gibran sudah naik 300%. Per detik ini, hadiahnya sudah naik menjadi Rp 300 Juta," ujar eks Wamenkumham itu.

Namun hingga kini, tidak ada peserta yang berhasil menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Gibran. Denny bahkan menyindir bahwa yang ditemukan hanyalah permainan karet gelang. Ia menegaskan, jika ijazah tidak ada, maka Gibran layak mundur atau dimundurkan.

Denny juga menambahkan catatan terkait sayembara: "1. Tertarik menyumbang silakan japri saya, 2. Penyumbang dirahasiakan, 3. Dana tidak perlu dikirimkan, kecuali Ijazah ditemukan, dan ada pemenang."

Baca Juga: Wapres Gibran 76 Anggota Paskibraka untuk Bertugas di Istana Merdeka

Sebagai informasi, Gibran diketahui menempuh pendidikan setingkat SMA di luar negeri, tepatnya di Orchid Park Secondary School, Singapura, hingga menyelesaikan ujian O-Level, yang dalam sistem pendidikan setempat merupakan akhir dari jenjang sekolah menengah.

Keabsahan ijazah SMA Gibran kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menilai syarat pencalonan wakil presiden adalah minimal lulusan SMA atau sederajat sesuai aturan di Indonesia. Karena itu, proses penyetaraan dokumen pendidikan luar negeri milik Gibran digugat ke ranah hukum, baik di PTUN maupun Pengadilan Negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya