Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Romario Bongkar Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026, Sebut Tim Tampil Buruk

Romario Bongkar Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026, Sebut Tim Tampil Buruk Kredit Foto: FIFA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Legenda Timnas Brasil, Romário, melontarkan analisis tajam terkait tersingkirnya Selecao dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar. Ia menilai hasil tersebut mencerminkan masalah yang lebih dalam dari sekadar hasil di lapangan.

Norwegia sendiri memastikan kemenangan berkat dua gol Erling Haaland yang tak mampu dibalas Brasil hingga laga berakhir. Hasil itu membuat langkah Brasil terhenti lebih cepat dari ekspektasi di turnamen terbesar dunia tersebut.

Romário yang diwawancarai oleh El Chiringuito tidak menahan kritiknya terhadap performa Brasil. Ia menyebut penampilan Selecao dalam laga tersebut sangat mengecewakan.

Ketika ditanya mengenai performa Brasil, Romário menjawab singkat namun tegas.

"Buruk," ujar Romário.

Pernyataan tersebut menjadi awal dari kritik lebih luas yang ia sampaikan terkait kekalahan Brasil di babak gugur. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan hanya kesalahan satu pihak.

Saat ditanya siapa yang harus disalahkan atas kekalahan tersebut, Romário memberikan jawaban tegas.

"Semua, tentu saja. Para pemain yang ada di lapangan dan juga pelatih," kata Romário.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab kekalahan tidak bisa dibebankan hanya kepada pelatih atau pemain secara terpisah. Bagi Romário, kegagalan Brasil merupakan akumulasi dari banyak kesalahan.

Romário juga mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraih Selecao di turnamen ini. Ia menilai apa yang terjadi tidak mencerminkan identitas sepak bola Brasil yang selama ini dikenal dunia.

Ketika ditanya apakah Brasil telah mengecewakannya, Romário memberikan jawaban emosional.

"Ya, sebagai orang Brasil saya sangat kecewa. Apa yang terjadi tidak bisa dipercaya. Tim yang saya lihat hari ini bukan Brasil yang kami kenal atau Brasil yang kami inginkan," ujar Romário.

Pernyataan tersebut memperkuat gambaran bahwa kegagalan Brasil tidak hanya berdampak pada hasil kompetisi, tetapi juga pada citra tim nasional di mata legenda mereka sendiri.

Kekalahan dari Norwegia menjadi sorotan karena terjadi di fase gugur, saat ekspektasi terhadap Brasil selalu tinggi di setiap edisi Piala Dunia. Namun, performa yang inkonsisten membuat mereka kembali gagal melangkah jauh.

Di sisi lain, keberhasilan Norwegia melaju ke perempat final menjadi salah satu kejutan terbesar di turnamen tersebut. Dua gol Haaland menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Sorotan terhadap Brasil kini tidak hanya tertuju pada pemain, tetapi juga pada arah taktik dan keputusan pelatih. Kritik Romário menambah tekanan terhadap evaluasi internal tim nasional.

Baca Juga: Ancelotti Tegaskan Tak Akan Mundur Meski Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pilih Bangun Era Baru Selecao

Sejumlah pihak menilai bahwa kegagalan ini menunjukkan perlunya perubahan besar dalam struktur dan pendekatan permainan Brasil. Evaluasi menyeluruh dianggap menjadi langkah yang tidak terhindarkan.

Dengan tersingkirnya Brasil, tekanan terhadap federasi sepak bola Brasil diprediksi meningkat menjelang agenda internasional berikutnya. Harapan publik untuk kembali melihat Selecao berjaya di Piala Dunia kembali harus tertunda.

Sementara itu, Romário menutup komentarnya dengan nada kecewa yang mencerminkan ekspektasi besar terhadap negaranya. Baginya, Brasil yang tampil di laga tersebut jauh dari standar historis yang selama ini melekat pada tim nasional tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: