FIFA Hadapi Karma, Intervensi Presiden Amerika di Piala Dunia Mulai Ditiru Tim Lainnya
Kredit Foto: Istimewa
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjadi sorotan usai menangguhkan hukuman kartu merah terhadap Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam hal tersebut mulai memunculkan efek domino di Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengikuti langkah serupa dengan mengajukan banding terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise. Ia menerima hal tersebut saat menghadapi Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Lawan Penolakan Amerika, Iran Ngotot Akan Terapkan Kebijakan Tarif Kapal di Selat Hormuz
Insiden tersebut terjadi pada masa tambahan waktu ketika sang pemain terlibat adu mulut dengan gelandang Paraguay, Matias Galarza.
Olise terlihat hanya menarik sedikit jersey lawannya. Namun Galarza kemudian terjatuh sehingga wasit memutuskan memberikan kartu kuning kepada pemain Bayern Muenchen tersebut.
FFF menilai hukuman tersebut layak ditinjau ulang dan berharap federasi membatalkannya. Prancis khawatir pemain tersebut akan terkena akumulasi kartu apabila kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko.
Jika itu terjadi, pemain berusia 24 tahun tersebut dipastikan harus absen pada laga semifinal apabila mereka berhasil lolos. Permintaan Prancis kini menjadi ujian baru bagi FIFA.
Bila banding tersebut dikabulkan, badan sepak bola dunia itu diperkirakan akan kembali menghadapi kritik karena dianggap tidak konsisten dalam menerapkan aturan disiplin.
Sebaliknya, jika ditolak, keputusan tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai alasan federasi memberikan perlakuan khusus terhadap kasus Balogun.
FIFA sebelumnya menuai sorotan karena mengaktifkan Pasal 27 Kode Disiplin ke Balogun. Keputusan itu dinilai banyak pihak sebagai perlakuan istimewa, terlebih adanya campur tangan dari Trump.
Presiden Amerika Serikat itu sebelumnya secara terbuka meminta federasi meninjau ulang hukuman yang dijatuhkan kepada penyerang tersebut. Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
Akibat kartu merah tersebut, ia semestinya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan sehingga absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Namun, federasi justru menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut selama masa percobaan satu tahun sehingga ia tetap bisa tampil memperkuat Amerika Serikat. Meski pada akhirnya timnya tetap tersingkir usai kalah telak 1-4 dari Belgia.
Baca Juga: DPR Bantah TikTok-Tokopedia Lakukan PHK: Itu Hanya Penataan Tenaga Kerja
Keputusan federasi tetap memicu perdebatan luas karena dianggap membuka preseden baru dalam penerapan sanksi disiplin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: