Kredit Foto: Tokopedia
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal oleh TikTok-Tokopedia. Menurutnya, langkah yang dilakukan perusahaan merupakan penataan tenaga kerja, bukan PHK.
Dasco mengatakan perusahaan tersebut tengah melakukan restrukturisasi tenaga kerja. Hal itu ditegaskannya usai pihak manajemen memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi mengenai isu PHK.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket: Itu Infrastruktur
"Enggak. Enggak. Enggak begitu. Jadi, yang mengambil kompensasi itu baru sekitar 200-an saja dan yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa," kata Dasco, dikutip Selasa (7/7).
Politikus Partai Gerindra tersebut menjelaskan, berdasarkan paparan manajemen, sekitar 200 karyawan memilih mengambil paket kompensasi secara sukarela sebagai bagian dari proses penataan organisasi pascaakuisisi Tokopedia oleh TikTok Group.
Menurut Dasco, sebagian karyawan yang mengikuti program tersebut bahkan telah dialihkan ke unit usaha lain di bawah naungan TikTok Group. Hal itu dilakukan melalui skema internal mobility.
"Tokopedia itu kan diakuisisi oleh perusahaan yang juga banyak lini usaha. Dalam penataan itu memang ada yang mengambil kompensasi dan bekerja di tempat lain. Ada juga yang mengambil kompensasi tetapi kemudian disalurkan ke grup-grup anak TikTok," jelasnya.
Adapun Presiden Direktur PT Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan PHK terhadap karyawan.
"Yang pertama adalah tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group," ujar Stephanie.
Ia mengatakan, sebagian pekerja memilih menerima paket kompensasi dan melanjutkan karier di luar perusahaan, sedangkan sebagian lainnya dipindahkan ke unit bisnis lain dalam grup TikTok.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi langkah perusahaan yang tetap memberikan kesempatan bekerja melalui skema perpindahan internal.
Baca Juga: Netanyahu Dibuat Panas Wakilnya Trump, Klaim Masih Punya Banyak 'Teman' Selain Amerika Serikat
Sebelumnya, media sosial sempat dihebohkan dengan rumor yang menyebut sekitar 90 persen karyawan Tokopedia terkena PHK setelah integrasi dengan TikTok. Namun, manajemen menegaskan penyesuaian organisasi dilakukan untuk memperkuat struktur perusahaan dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar