Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketua KBIH Jabar Disemprot DPR saat Bilang 'Jemaah Haji Lansia itu Merepotkan'

Ketua KBIH Jabar Disemprot DPR saat Bilang 'Jemaah Haji Lansia itu Merepotkan' Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi Jawa Barat, Syatori, yang menyebut jemaah lansia merepotkan memicu ketegangan dalam rapat.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas Janusanti Rumambi, langsung menginterupsi dan menegur keras ucapan tersebut.

Matindas meminta Syatori segera mencabut penggunaan istilah "merepotkan" yang dialamatkan kepada para jemaah haji lanjut usia (lansia). Ia mengingatkan bahwa jalannya rapat saat itu disiarkan secara langsung kepada publik.

"Saya ingin mengingatkan KBIH, untuk mencabut lansia itu merepotkan! Ini live loh!," tegas Matindas saat menyampaikan interupsi sebagai respons atas pernyataan Syatori.

Kronologi Ucapan 'Lansia Merepotkan' di Ruang Sidang

Ketegangan bermula ketika Syatori menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan ibadah haji bagi kelompok lanjut usia. Ia mengusulkan agar ke depan diterapkan pembatasan usia dan syarat kemampuan (istitha'ah) yang lebih ketat.

Namun, pernyataan tersebut menuai keberatan karena menggunakan istilah yang dinilai menyudutkan jemaah lansia.

"Jadi, bicara tentang lansia itu sebenarnya kami suka beristilah. Kalau yang lansia itu sebenarnya satu, kalau bisa mah ada batasan umur dan istitha'ahnya benar-benar dilakukan. Sebab lansia itu pelaksanaan hajinya repot dan merepotkan orang lain, Pak," ujar Syatori dalam rapat sebelum akhirnya dipotong interupsi anggota DPR.

Teguran dari Komisi VIII DPR menegaskan pentingnya penyelenggara ibadah haji, termasuk kelompok bimbingan haji dan umrah, untuk tetap mengedepankan pelayanan yang ramah serta menghormati jemaah lansia tanpa memberikan stigma negatif di ruang publik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat