Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gandeng Danantara, Proyek Waste to Energy di Pedungan Denpasar Serap 1.200 Green Jobs

Gandeng Danantara, Proyek Waste to Energy di Pedungan Denpasar Serap 1.200 Green Jobs Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Lingkungan Hidup
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pembangunan infrastruktur energi bersih Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan resmi mendapatkan dukungan investasi dari Danantara. Langkah kemitraan hulu-hilir ini ditargetkan mampu memotong ketergantungan wilayah pariwisata terhadap keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengungkapkan kehadiran pabrik konversi ramah lingkungan ini diproyeksikan bakal membawa dampak sosial-ekonomi yang sangat luas bagi warga lokal. Proyek bernilai strategis ini diestimasikan siap menyerap tenaga kerja hijau hingga mencapai 1.200 posisi penempatan baru.

"Proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), berkontribusi langsung pada penurunan emisi karbon nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan di sektor lingkungan hidup," jelas Jumhur melalui keterangan persnya, Rabu (8/7/2026).

Selain itu, Menteri Jumhur mengatakan langkah ini menjadi implementasi perdana Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan, sekaligus menjadi bagian integral dari transformasi menyeluruh sistem pengelolaan sampah nasional yang harus berjalan beriringan dengan pengelolaan langsung dari sumbernya.

"PSEL ini yang terdata di kami kira-kira kedepannya ada 34 aglomerasi yang meng-cover sekitar 60–70 kabupaten/kota di Indonesia. Sehingga alhamdulillah dengan PSEL ini setidaknya 60–70 kabupaten/kota selesai masalah sampahnya," jelas dia.

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa dimulainya pembangunan fasilitas di Bali ini merupakan momentum bersejarah sebagai proyek pelopor dalam program nasional pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

"Menurut kami adalah hari yang sangat bersejarah karena pertama kali di dalam program Danantara terkait waste to energy atau PSEL ini ground breaking pertama di Bali," jelas Rosan.

Operasional fasilitas teknologi canggih ini juga diarahkan untuk membantu menekan laju emisi gas rumah kaca nasional secara bertahap. Transformasi pengolahan ini ditargetkan menyerap setidaknya 1.200 ton sampah per hari dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Gubernur Bali, IWayan Koster, memberikan apresiasi mendalam atas dimulainya peletakan batu pertama industri pengolahan ramah lingkungan di wilayahnya tersebut. Keberhasilan proyek pelopor ini diharapkan mampu menstimulus pertumbuhan iklim investasi hijau yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bali, Target Turunkan Emisi Sampah 80%

Baca Juga: Danantara Konsolidasikan 4 Perusahaan Asset Management BUMN Jadi Satu Entitas

"Mudah-mudahan kolaborasi yang baik ini, apa yang dimulai hari ini akan berjalan lancar, dan semoga bisa selesai tepat waktu bahkan lebih cepat dari target," tutur Wayan.

Melalui keberhasilan proyek di Provinsi Bali ini, KLH/BPLH optimistis dapat menciptakan standar baru pengelolaan sampah perkotaan yang modern, terpadu, dan berkelanjutan di Indonesia.

Pembangunan fasilitas ini tidak hanya menjadi tonggak transformasi nasional dalam mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir, melainkan juga langkah nyata menekan emisi gas rumah kaca, memperkuat ketahanan energi bersih, serta menciptakan masa depan lingkungan yang lebih asri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra