Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KLH Targetkan Sampah Terkelola 100 Persen pada 2029 Lewat Indonesia ASRI

KLH Targetkan Sampah Terkelola 100 Persen pada 2029 Lewat Indonesia ASRI Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program tersebut ditargetkan dapat mendukung tercapainya pengelolaan sampah secara menyeluruh atau 100 persen pada 2029.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH, Laksmi Widyajayanti, mengatakan target tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan seluruh sampah di Indonesia dapat terkelola dengan baik dalam beberapa tahun mendatang.

"Melalui kegiatan Indonesia ASRI ini, kita juga memiliki program-program prioritas yang harus dikerjakan dan harapannya bisa menyelesaikan, terutama terkait sampah terkelola 100 persen pada 2029 sesuai RPJMN," kata Laksmi dalam keterangan pers di Kantor Bakom, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, isu lingkungan telah menjadi perhatian nasional, mulai dari pencemaran air, pencemaran udara, hingga perubahan iklim. Persoalan tersebut dinilai harus segera ditangani sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Laksmi mengungkapkan bahwa pemerintah bahkan mendorong percepatan target penyelesaian persoalan sampah sebelum 2029.

"Pengelolaan sampah menjadi perhatian sangat besar dari Bapak Presiden. Tadi disampaikan kita harus mencapai 100 persen pada 2029, tetapi belum lama ini Bapak Presiden juga menyampaikan harapannya agar persoalan sampah dapat diselesaikan pada 2028. Karena itu, kita perlu bergerak lebih cepat dan lebih intensif agar cita-cita sampah terkelola pada 2028 dapat terpenuhi," ujarnya.

Ia menjelaskan, Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berfokus pada persoalan persampahan, tetapi juga bertujuan membangun budaya pelestarian lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah ingin nilai-nilai ekologis tidak lagi dipahami sebagai konsep abstrak, melainkan menjadi bagian dari perilaku dan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Untuk memperluas implementasinya, pemerintah memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 dengan mendorong pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara serentak di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak tingkat rumah tangga, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menunjukkan komitmen Indonesia terhadap agenda lingkungan global.

KLH juga mengajak pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyusun kebijakan yang mendukung pelaksanaan gerakan tersebut dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Laksmi menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI dibangun di atas empat pilar utama. Pilar Aman menitikberatkan pada keamanan lingkungan, mitigasi risiko, dan ketertiban ruang publik. Pilar Sehat berfokus pada terciptanya kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat.

Sementara itu, pilar Resik diarahkan untuk memperkuat kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi. Adapun pilar Indah bertujuan menciptakan ruang publik dan lingkungan yang nyaman sekaligus memiliki nilai estetika.

Melalui empat pilar tersebut, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kualitas hidup masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri