Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Anjlok ke Rp18.066 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebabnya

Rupiah Anjlok ke Rp18.066 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebabnya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah kembali menembus di atas level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), rupiah spot berada di level Rp18.066 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat menguat tipis 0,02 persen ke level 101,010.

Rupiah melemah seiring masih kuatnya tekanan eksternal dari penguatan dolar AS dan memburuknya sejumlah indikator ekonomi domestik.

Penguatan dolar AS didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. 

Prospek suku bunga tinggi membuat investor kembali memburu aset berbasis dolar sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga menyatakan pelemahan rupiah terutama karena sikap hawkish para pejabat The Fed yang mendorong Dollar Index bertahan di level tinggi dalam sekitar satu tahun terakhir.

Selain itu, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara berisiko diturunkan dari kategori emerging market menjadi frontier market.

Dari sisi fundamental ekonomi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut menjadi 117,8 pada Juni 2026, lebih rendah dibandingkan posisi Mei sebesar 120,9.

Baca Juga: Rupiah Balik Melemah ke Level Rp18.000 per USD, Tertekan Defisit APBN

Baca Juga: OJK Beri Lampu Hijau Model Bisnis Stablecoin Rupiah

Kombinasi faktor tersebut memperkuat kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan turut membebani pergerakan rupiah.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah hari ini bergerak fluktuatif dan ditutup kisaran Rp.18.010 hingga Rp.18.060 per dolar AS.

"Sedangkan untuk perdagangan besok (9 Juli 2026), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp.18.010- Rp.18.060," kata Ibrahim kepada wartawan, dikutip Kamis (9/7/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra