Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prodia Diagnostic Line Resmi IPO, Lepas 30% Saham di Harga Rp120

Prodia Diagnostic Line Resmi IPO, Lepas 30% Saham di Harga Rp120 Kredit Foto: YouTube IDX BEI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026). Perseroan melepas sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh seharga Rp120 per saham.

Emiten yang merupakan bagian dari Grup Prodia tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp62,75 miliar.

Pada hari pertama perdagangan, saham PRDL mendapat sambutan positif dari investor. Saham perseroan langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan 35% atau 42 poin dari harga penawaran Rp120 menjadi Rp162 per saham.

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, mengatakan perseroan masih melihat ruang pertumbuhan yang luas di industri alat kesehatan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang belum terlayani secara optimal.

"Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," ujar Cristina dikutip dari YouTube IDX, di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Perseroan mengalokasikan sebagian besar dana hasil IPO untuk memperkuat struktur keuangan. Sekitar Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Pan Indonesia Tbk, sementara sisanya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Baca Juga: OJK Ungkap Ada 11 Perusahaan Antre IPO, Cari Dana Hingga Rp15,84 Triliun

Baca Juga: BEI Buka Dialog dengan S&P DJI Usai Indonesia Masuk Watchlist 2027

Dari sisi kinerja, PRDL membukukan laba bersih sekitar Rp35,8 miliar pada 2023. Namun, laba tersebut turun menjadi sekitar Rp10 miliar pada 2024 sebelum kembali meningkat menjadi sekitar Rp17 miliar sepanjang 2025.

PRDL merupakan produsen alat kesehatan yang berfokus pada produk diagnostik medis atau in vitro diagnostics (IVD). Perseroan mengoperasikan fasilitas produksi di Kawasan Industri Jababeka III, Cikarang, Jawa Barat, untuk memasok berbagai kebutuhan alat diagnostik bagi sektor layanan kesehatan di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra