Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Ungkap Ada 11 Perusahaan Antre IPO, Cari Dana Hingga Rp15,84 Triliun

OJK Ungkap Ada 11 Perusahaan Antre IPO, Cari Dana Hingga Rp15,84 Triliun Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 11 rencana penawaran umum (IPO) dalam antrean atau pipeline pasar modal hingga akhir Juni 2026. Rencana aksi korporasi tersebut memiliki nilai indikatif Rp15,84 triliun dan berpotensi menambah sumber pendanaan jangka panjang bagi perusahaan melalui pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pasar modal masih menjalankan fungsi intermediasi bagi dunia usaha. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai penghimpunan dana atau fundraising korporasi di pasar modal mencapai Rp112,67 triliun.

“Dari sisi intermediasi, pasar modal domestik terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Juni 2026 year to date, nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp112,67 triliun,” ujar Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026, Selasa (7/7/2026).

Dari total penghimpunan dana tersebut, pasar modal mencatat tujuh penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), 12 penawaran umum terbatas (PUT), sembilan penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS), serta 98 penawaran umum berkelanjutan EBUS.

“Sementara pada pipeline, terdapat 11 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp15,84 triliun,” kata Hasan.

OJK belum memerinci identitas emiten, sektor usaha, maupun jenis penawaran umum dari 11 perusahaan yang masuk pipeline tersebut. Realisasi aksi korporasi juga masih bergantung pada pemenuhan persyaratan regulator dan kondisi pasar.

Di sisi lain, penghimpunan dana melalui securities crowdfunding (SCF) mencapai Rp1,98 triliun secara kumulatif hingga akhir Juni 2026. Selama Juni, terdapat 22 efek baru dan enam penerbit baru dengan dana yang dihimpun Rp39,14 miliar.

Baca Juga: BEI Targetkan Lebih dari 1.100 Perusahaan IPO hingga 2030

Baca Juga: Aturan Free Float BEI Minimal 25%, Mengapa IPO RANS Hanya Lepas 20%?

Pada pasar derivatif keuangan, OJK mencatat 113 pihak memperoleh persetujuan prinsip sejak 10 Januari 2025 hingga 30 Juni 2026. Volume transaksi derivatif mencapai 49.920 lot pada Juni 2026, sehingga total transaksi secara agregat mencapai 235.343 lot.

Sementara itu, bursa karbon mencatat 155 pengguna jasa terdaftar sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Juni 2026. Volume transaksi karbon secara kumulatif mencapai 1,98 juta ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e) dengan nilai transaksi Rp93,81 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri