Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapkan Berbagai Skenario, Israel Diam-diam Nantikan Kembali Berkobarnya Perang Iran-Amerika

Siapkan Berbagai Skenario, Israel Diam-diam Nantikan Kembali Berkobarnya Perang Iran-Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru-baru ini kembali memuncak ternyata turut menjadi perhatian serius Israel. Di tengah aksi saling serang kedua negara, otoritas pertahanan negara itu dilaporkan diam-diam meningkatkan kesiagaan militer karena menilai konflik bisa kembali membesar dan menyeret Tel Aviv.

Dikutip Kamis (9/7), Media Israel menyebut lembaga pertahanan negara itu terus memantau perkembangan konflik secara intensif karena khawatir eskalasi dapat meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga: Sudah Panggil Netanyahu, Amerika Klaim Israel Akan Mundur dari Lebanon

Situasi tersebut berkembang setelah adanya serangan terbaru dari Amerika Serikat ke Iran. Hal tersebut terjadi menyusul adanya serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Iran kemudian merespons dengan menyerang fasilitas militer dari Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Israel, meski bentrokan terbaru masih terbatas terjadi dan belum meluas ke wilayah lainnya, waspada dan tak ingin lengah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menggelar konsultasi keamanan setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga dilaporkan telah meningkatkan status kesiagaan di seluruh lini. Militer Israel disebut telah menyiapkan berbagai rencana operasional untuk menghadapi kemungkinan terburuk apabila perang kembali meluas. Jet tempur telah dipersenjatai dan disiagakan, sementara daftar sasaran operasi terus diperbarui berdasarkan perkembangan intelijen terbaru.

IDF juga memperkuat koordinasi dengan Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM). Hal tersebut dilakukan guna memastikan kedua negara siap menghadapi setiap perubahan situasi secara mendadak.

Amerika di sisi lain mulai mengembalikan pesawat-pesawat pengisian bahan bakar di udara ke Timur Tengah. Sebelumnya, armada tersebut sempat ditarik ketika gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.

Kehadiran kembali pesawat-pesawat tersebut dinilai sebagai salah satu indikator bahwa negara tersebut tengah mempersiapkan berbagai opsi apabila konflik kembali meningkat.

Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan sinyal yang saling bertolak belakang mengenai masa depan konflik. Ia mengatakan dirinya tidak yakin perang besar akan kembali pecah.

"Saya tidak berpikir ini akan dimulai lagi. Saya pikir semuanya akan berakhir dengan sangat cepat. Mereka menyerang beberapa kapal, lalu kami menyerang mereka jauh lebih keras," ujar Trump.

Namun, dalam kesempatan lain Trump juga melontarkan pernyataan yang lebih keras. Trump bahkan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kepentingannya akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

"Saya tidak yakin ingin membuat kesepakatan lagi. Mari kita selesaikan saja."

Sementara Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance juga menegaskan pihaknya tak segan akan terus menyerang Iran. Teheran menurutnya tidak boleh kembali menargetkan kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah pihak menilai perkembangan terbaru justru menjadi kabar yang menguntungkan bagi Israel. Selama ini pemerintah terkait diketahui bersikap hati-hati terhadap proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia juga secara terbuka mendukung berbagai langkah untuk melemahkan kemampuan militer maupun pengaruh Teheran di kawasan.

Baca Juga: Amerika Waspada, Trump Klaim Jadi Target Pembunuhan Utama Iran

Karena itu, meningkatnya tekanan militer antara kedua negara terkait dipandang sebagai perkembangan yang sesuai dengan kepentingan strategis Israel. Namun Tel Aviv tetap bersiap menghadapi kemungkinan terburuk apabila konflik berubah menjadi perang yang lebih luas dan akhirnya ikut menyeretnya ke dalam medan pertempuran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar