Kredit Foto: YT/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah termakan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, ruang digital kini semakin rentan dimanfaatkan untuk menggiring opini sehingga masyarakat diminta lebih bijak dalam menyaring setiap informasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak masyarakat tetap menaruh kepercayaan kepada pemimpin yang telah dipilih secara demokratis. Ia menilai tidak semua narasi yang ramai di media sosial mencerminkan fakta yang sebenarnya.
Menurut Prabowo, platform digital dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuatan finansial untuk memengaruhi opini publik.
"Ada suatu penyakit bukan hanya di negara kita tapi di dunia ini sosmed. Ini bisa diperalat. Orang punya duit dia bisa main di sosmed," kata Prabowo.
Baca Juga: Soal Korupsi Batu Bara, Istana: Prabowo Sudah Ingatkan Berbenah Sebelum Dibersihkan
Karena itu, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di dunia maya. Ia menegaskan bahwa apa yang viral di media sosial belum tentu merupakan kenyataan yang sesungguhnya.
"Jadi cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu ya, rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih," ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengklaim pemerintah yang dipimpinnya telah menghasilkan berbagai capaian dalam waktu yang relatif singkat. Meski demikian, ia menilai masih ada pihak-pihak yang berupaya menyerang pemerintah melalui narasi yang berkembang di media sosial.
Prabowo kemudian mencontohkan bagaimana potongan ucapannya kerap menjadi sorotan publik. Ia mengaku harus berhati-hati saat berbicara di depan umum karena khawatir hanya sebagian kalimatnya yang diangkat dan menjadi polemik.
Baca Juga: Jokowi Diminta Akui Saja soal Ijazah Palsu dan Segera Mohon Ampun ke Prabowo
"Ini ada wartawan, jadi saya nggak boleh bicara. Saya harus bicara hati-hati, saya harus bicara sopan. Saya nggak, saya nggak boleh bilang koruptor itu bajingan, nggak boleh itu," ungkap Prabowo.
Ia lalu berkelakar bahwa potongan ucapannya berpotensi menjadi judul pemberitaan yang ramai diperbincangkan.
"Lho nanti ini, ini yang nanti di-blow up yang ini: 'Prabowo: Bajingan'. Presiden ngomongnya harus sopan, halus. Benar? Benar? Mau, mau saya bicara sopan atau mau bicara saya jujur?" lanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: