Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Peringatkan AS: Iran Punya Rencana Spesifik Bunuh Trump, Presiden Akui Ada di Setiap Daftar Target

Israel Peringatkan AS: Iran Punya Rencana Spesifik Bunuh Trump, Presiden Akui Ada di Setiap Daftar Target Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini merambah ke ancaman yang jauh lebih personal. Israel memberikan informasi intelijen kepada AS pekan ini tentang rencana baru dan spesifik Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.

"Washington telah memantau serangkaian laporan intelijen tentang kemungkinan rencana untuk membunuh Trump, tetapi peringatan dari Israel itu baru dan menyangkut rencana spesifik," lapor CNN mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, dilansir AFP, Jumat (10/7/2026).

Wall Street Journal juga mengonfirmasi hal serupa dengan menyebut plot yang dimaksud bersifat "baru". Laporan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi serangan antara AS dan Iran yang memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang habis-habisan.

Trump sendiri mengakui dirinya berada dalam daftar target Iran. Pernyataan itu disampaikannya di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat kembali dari KTT NATO di Turki.

"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS -- saya. Saya ada di setiap daftar. Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama," kata Trump.

Baca Juga: Amerika Klaim Ditelepon Iran, Trump Pertanyakan Komitmen Negosiasi Teheran

Iran memang sudah lama bersumpah membalas dendam kepada Trump. Teheran tidak pernah melupakan keputusan Trump yang memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC, pada Januari 2020.

Ancaman terhadap nyawa Trump bukan hal baru. Pada 2024, ia sempat ditembak saat menghadiri acara kampanye dan peluru mengenai bagian telinganya sebelum berhasil dievakuasi petugas keamanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: