Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Klaim Ditelepon Iran, Trump Pertanyakan Komitmen Negosiasi Teheran

Amerika Klaim Ditelepon Iran, Trump Pertanyakan Komitmen Negosiasi Teheran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa pihaknya baru-baru ini ditelpon oleh Iran. Hal tersebut terkait dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan baru di tengah meningkatnya konflik antara kedua negara.

Menurut Trump, Teheran disebut sangat ingin menghentikan eskalasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun ia belum dapat memastikan apakah konflik kedua negara akan berkembang menjadi perang terbuka.

Baca Juga: Israel Telepon Trump, Panik Soal Janji Amerika Berikan Jet F-35 ke Turki

"Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Mereka menelepon beberapa saat yang lalu. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump, dikutip Jumat (10/7).

Meski mengklaim telah menerima komunikasi dari negara terkait, sang presiden mengaku masih meragukan keseriusan mereka dalam menjalankan isi perjanjian apabila kesepakatan benar-benar tercapai.

"Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu. Itulah masalahnya," ujarnya.

Adapun Trump menegaskan pihaknya tetap akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar apabila ada serangan baru yang dilakukan oleh Iran. Ia mengklaim pihaknya baru saja melancarkan serangan besar terhadap Iran.

"Saya katakan kami menghantam mereka dengan perbandingan 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas 20 kali lebih keras, dan itulah yang kami lakukan tadi malam," ujar Trump.

Menurut Trump, Iran kembali melakukan serangan pada hari berikutnya. Namun, ia menilai aksi tersebut hanya merupakan bentuk balasan atas operasi militer dari Amerika Serikat.

"Mereka melakukan sedikit serangan hari ini, tetapi itu sebenarnya hanya balasan atas apa yang kami lakukan tadi malam. Ketika mereka menyerang, kami membalas dengan jauh lebih keras," katanya.

Meski demikian, politikus itu itu tetap optimistis negaranya berada dalam posisi yang jauh lebih unggul apabila konflik terus berlanjut.

"Jika perang itu terjadi, kami akan memenangkannya dengan sangat cepat. Kami memiliki banyak cara untuk menang, tetapi secara militer kami sudah menang. Mereka hanya memiliki sedikit kemampuan yang tersisa," ujar Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Hal itu terjadi setelah serangkaian aksi militer dan saling tuding terkait serangan di Timur Tengah.

Baca Juga: Terungkap usai Sidang Dokter Tifa: Secara Fakta, Jokowi Tak Memiliki Ijazah dalam Bentuk Digital

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai klaim sang presiden bahwa dirinya telah dihubungi oleh Iran. Teheran belum memberikan keterangan terkait urgensi untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan baru.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar