Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mojtaba Khamenei Janji Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Tegaskan Pasti Terjadi

Mojtaba Khamenei Janji Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Tegaskan Pasti Terjadi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan tuntutan seluruh rakyat Iran dan dipastikan akan dilakukan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dirilis di akun Telegram resminya bertepatan dengan prosesi pemakaman sang ayah.

Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa rencana pembalasan tidak bergantung pada dirinya maupun pejabat pemerintah lainnya. Menurutnya, keinginan untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei telah menjadi tekad bangsa Iran.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," tulis Mojtaba Khamenei.

Ia juga menegaskan bahwa proses tersebut tetap akan berjalan meski terjadi perubahan kepemimpinan di Iran. Baginya, kematian sang ayah tidak akan menghentikan perjuangan yang selama ini diyakini oleh Republik Islam Iran.

"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," lanjutnya.

Mojtaba turut berjanji akan membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei beserta para korban lain yang gugur dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaku kejahatan yang harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan pada Jumat (10/7) dini hari waktu setempat di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad. Lokasi tersebut merupakan salah satu situs suci paling dihormati umat Syiah di Iran.

Prosesi pemakaman berlangsung secara tertutup setelah pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan. Sebelum pemakaman, berbagai prosesi penghormatan digelar di sejumlah wilayah dan dihadiri jutaan warga.

Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 15 juta orang mengikuti rangkaian prosesi tersebut, bahkan sejumlah pejabat memperkirakan jumlah pelayat mencapai sekitar 43 juta orang. Angka itu disebut menjadi salah satu prosesi penghormatan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.

Kementerian Intelijen Iran menilai besarnya jumlah pelayat mencerminkan dukungan masyarakat terhadap cita-cita Revolusi Islam. Lembaga tersebut juga menyebut prosesi pemakaman menjadi simbol komitmen baru terhadap Poros Perlawanan.

Baca Juga: Donald Trump: AS Akan Musnahkan Iran dengan 1.000 Rudal Jika Teheran Coba Bunuh Saya

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Iran, Irak, para ulama, pemerintah negara-negara sahabat, hingga delegasi dari berbagai negara Islam yang hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei.

Kementerian juga mengucapkan terima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan sejumlah negara lainnya. Kehadiran mereka dinilai menjadi bentuk solidaritas terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Menutup pernyataannya, Kementerian Intelijen Iran kembali menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu sekaligus memperkuat pesan Mojtaba Khamenei bahwa Iran tidak akan menghentikan rencana pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama