Donald Trump: AS Akan Musnahkan Iran dengan 1.000 Rudal Jika Teheran Coba Bunuh Saya
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Trump menyatakan militer AS siap menghancurkan seluruh wilayah Iran apabila Teheran mencoba atau berhasil melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social. Ia mengklaim ribuan rudal telah disiapkan sebagai respons jika ancaman terhadap dirinya benar-benar diwujudkan.
"1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!" tulis Trump, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Trump menegaskan bahwa dirinya telah memberikan perintah kepada militer Amerika Serikat untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan.
"Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran," lanjutnya.
Ancaman tersebut muncul setelah Israel dilaporkan memberikan informasi intelijen kepada Washington mengenai dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Trump. Laporan itu pertama kali diungkap sejumlah media Amerika Serikat pada Kamis (9/7) waktu setempat.
Menurut laporan CNN yang mengutip sumber anonim, pemerintah AS telah memantau berbagai laporan intelijen terkait kemungkinan ancaman terhadap Trump. Namun, informasi terbaru dari Israel disebut memuat rencana yang lebih spesifik dibanding laporan sebelumnya.
Laporan serupa juga dimuat Wall Street Journal yang menyebut intelijen Israel mengindikasikan adanya dugaan plot baru terhadap mantan presiden tersebut.
Hubungan Trump dengan Iran memang telah lama diwarnai ketegangan. Teheran selama bertahun-tahun menyatakan akan membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang tewas dalam serangan udara AS atas perintah Trump pada Januari 2020.
Beberapa hari sebelumnya, Trump juga mengaku mengetahui bahwa dirinya menjadi salah satu target yang diincar Iran. Ia mengatakan informasi tersebut diperolehnya dari laporan intelijen yang diterimanya.
"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS -- saya. Saya ada di setiap daftar. Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One saat penerbangan pulang dari KTT NATO di Turki.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: