Tuai Kritik, Meta Tarik Fitur AI di Instagram yang Gunakan Foto Akun Publik
Kredit Foto: Pixabay @Erik_Lucatero
Meta memutuskan menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna menghasilkan gambar dengan memanfaatkan foto dari akun Instagram publik sebagai referensi. Langkah tersebut diambil setelah fitur itu memicu kritik karena dinilai berpotensi disalahgunakan dan mengabaikan privasi pemilik konten.
Penghapusan fitur diumumkan hanya beberapa hari setelah Meta memperkenalkannya bersamaan dengan peluncuran Muse Image, generator gambar berbasis AI yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs.
Saat diluncurkan, fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat gambar AI hanya dengan menyebut (@mention) akun Instagram publik yang ingin dijadikan referensi visual. Namun, mekanisme tersebut tidak memberikan pemberitahuan kepada pemilik akun ketika foto mereka digunakan, sehingga langsung memunculkan penolakan dari sejumlah pengguna.
Melalui unggahan di blog resminya pada (10/7), Meta mengakui fitur tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Perusahaan menyebut tujuan awalnya adalah menyediakan sarana kreatif sekaligus memberi kendali kepada pengguna atas pemanfaatan konten publik mereka.
"Kami telah mendengar berbagai masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi harapan, sehingga layanan tersebut kini tidak lagi tersedia," tulis Meta dalam pernyataannya.
Baca Juga: Meta Bangun Pusat Data AI Pertama di Kanada, Nilai Investasi Capai CAD $13 Miliar
Keputusan tersebut pertama kali diungkap oleh pendiri sekaligus mitra Puck News, Dylan Byers. Menurutnya, Meta menarik fitur tersebut setelah mendapat sorotan dari komunitas pengguna serta sejumlah agensi talenta, termasuk Creative Artists Agency (CAA).
Kontroversi ini kembali menyoroti tantangan penggunaan AI generatif di platform media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi tersebut kerap dimanfaatkan untuk menghasilkan konten manipulatif, termasuk gambar palsu yang menyerupai tokoh publik tanpa persetujuan mereka.
Meski berbagai perusahaan teknologi telah menerapkan pembatasan dan sistem pengamanan untuk mengurangi penyalahgunaan AI, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif. Fitur terbaru Meta pun dianggap memiliki celah yang dapat dimanfaatkan karena memungkinkan foto dari akun publik dijadikan referensi tanpa adanya notifikasi kepada pemilik konten.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: