Meta Tambah Fitur Keamanan, Orang Tua Kini Bisa Cek Aktivitas AI Anak
Kredit Foto: Kaspersky
Di tengah gelombang pembatasan media sosial bagi anak di berbagai negara, Meta mencoba pendekatan baru, dengan memberi akses kepada orang tua untuk melihat aktivitas AI remaja mereka.
Mengutip Endgadget pada Kamis (23/4/2026), Meta menghadirkan fitur yang memungkinkan orang tua melihat topik percakapan anak remaja mereka dengan Meta AI, dalam kurun waktu tujuh hari terakhir.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi, sekaligus merespons kekhawatiran terkait keamanan penggunaan teknologi AI oleh kalangan remaja.
“Orang tua akan dapat melihat topik-topik yang ditanyakan remaja mereka kepada Meta AI di (Facebook, Messenger, atau Instagram) selama seminggu terakhir,” jelas Meta dalam sebuah unggahan blog.
Melalui fitur tersebut, orang tua tidak dapat membaca isi percakapan secara langsung, tetapi akan diberikan gambaran mengenai topik yang dibahas.
Meta menjelaskan, topik yang dibicarakan oleh remaja pun sangat beragam.
“Topik-topik tersebut dapat beragam, mulai dari Sekolah, Hiburan, dan Gaya Hidup hingga Perjalanan, Menulis, dan Kesehatan dan Kesejahteraan, dan lain-lain,” lanjut Meta.
Informasi ini ditampilkan dalam tab khusus bernama Insights, yang tersedia pada fitur pengawasan akun remaja, baik melalui aplikasi maupun versi web.
Dalam tab tersebut, setiap topik juga dilengkapi dengan kategori yang lebih spesifik.
Misalnya, pada kategori gaya hidup terdapat subtopik seperti fesyen, makanan, dan liburan.
Sementara pada kategori kesehatan dan kesejahteraan, terdapat pembahasan terkait kebugaran, kesehatan fisik, hingga kesehatan mental.
Dengan detail ini, orang tua diharapkan dapat memahami pola interaksi anak mereka dengan AI, tanpa harus melanggar privasi secara langsung.
Meta juga mengembangkan fitur conversation starters atau panduan percakapan, yang dirancang untuk membantu orang tua memulai diskusi terbuka dengan anak, mengenai pengalaman mereka menggunakan AI.
Fitur ini dikembangkan bersama Cyberbullying Research Center, dan dapat diakses melalui Family Center maupun langsung dari tab Insights.
Meta juga memperluas inisiatif pengawasan melalui pembentukan AI Wellbeing Expert Council.
Dewan ini terdiri dari sejumlah pakar yang memiliki keahlian di bidang AI, yang bertanggung jawab dan etis, termasuk pihak yang berafiliasi dengan lembaga pencegahan bunuh diri serta institusi akademik.
Mereka akan memberikan masukan berkelanjutan, untuk memastikan pengalaman penggunaan AI bagi remaja tetap aman.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya perhatian global terhadap potensi risiko AI bagi remaja.
Sejumlah negara bahkan mulai membatasi akses media sosial bagi anak di bawah umur, termasuk Indonesia.
Selain itu, berbagai kasus menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan atau berdampak negatif jika tidak diawasi dengan baik.
Baca Juga: Meta Berbalik Patuh, Ubah Aturan Usia Jadi 16 Tahun Ikuti PP TUNAS
Di sisi lain, Meta juga dilaporkan mulai mengurangi ketergantungan pada moderator konten pihak ketiga, dan beralih ke sistem AI untuk pengawasan.
Dalam konteks ini, kehadiran fitur pengawasan bagi orang tua dapat dilihat sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk melibatkan keluarga dalam menjaga keamanan penggunaan platform. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: