Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Titah Penasihat Khamenei, Iran Tak Akan Pernah Membayar Upeti ke Amerika Demi Selat Hormuz

Titah Penasihat Khamenei, Iran Tak Akan Pernah Membayar Upeti ke Amerika Demi Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menegaskan tidak akan mundur apalagi menyerahkan wilayahnya di Selat Hormuz. Hal itu menyusul pernyataan kontroversial dimana wilayah terkait akan diambil alih oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammed Mokhber menegaskan pihaknya memastikan akan terus mempertahankan kendalinya demi kepentingan nasional dan keamanan pelayaran kapal-kapal dari Iran.

Baca Juga: Bau Amis di Balik Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polisi ke Kejagung: Belum Pernah Terjadi

Menurut Mokhber, Selat Hormuz merupakan kepentingan vital negaranya sehingga tidak ada alasan bagi negaranya untuk mundur dari kawasan tersebut.

"Kami mempertahankannya agar di masa depan, untuk pelayaran kapal-kapal kami, kami tidak dipaksa membayar upeti kepada musuh," tulis Mokhber melalui akun X, dikutip Selasa (14/7).

Ia menegaskan bahwa mempertahankan jalur perdagangan strategis dari wilayah tersebut merupakan bagian dari kepentingan strategis dari Iran.

"Mundur dari persoalan yang sangat penting ini tidak memiliki tempat dalam pemikiran siapa pun yang mencintai Iran," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mereka siap mempertahankan posisinya meski adanya penambahan tekanan militer maupun politik dari Amerika Serikat.

Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan mengambil alih Selat Hormuz. Hal itu akan dilakukannya setelah melanjutkan operasi militer terhadap musuh dimana ia mengklaim pasukannya telah "menghancurkan mereka habis-habisan" melalui serangan udara.

"Kami mengambil alih Selat Hormuz," kata Trump. 

Ucapan Trump tersebut memicu respons keras dari Teheran. Selat Hormuz bagi mereka tetap menjadi wilayah strategis yang harus dipertahankan demi kepentingan nasional dari Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara dari kawasan itu melewati selat sempit tersebut, sehingga setiap eskalasi konflik di kawasan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Iran sebelumnya menyatakan mengambil kendali dan menutup jalur pelayaran yang sebelumnya bebas dilalui kapal-kapal internasional sebagai bentuk respons terhadap perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Sudah Terendus, Ahmad Khozinudin Klaim Ada Pengkhianat Mencoba Selamatkan Jokowi di Kasus Ijazah

Dengan pernyataan terbaru dari kedua belah pihak, ketegangan di wilayah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat. Amerika Serikat di satu sisi menyatakan siap mengambil alih pengamanan kawasan tersebut. Sementara Iran menegaskan tidak akan mundur dan siap mempertahankan kendalinya atas jalur laut yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar