Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Kembali Ngamuk ke Netanyahu, Tuntut Penarikan Militer Israel dari Lebanon dan Suriah

Amerika Kembali Ngamuk ke Netanyahu, Tuntut Penarikan Militer Israel dari Lebanon dan Suriah Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberikan tekanan kepada Israel. Hal itu terkait situasi keamanan di Timur Tengah. Politikus itu dikabarkan meminta agar pasukan negara tersebut mulai ditarik dari Lebanon dan Suriah.

Trump baru-baru ini dikabarkan sudah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia memperingatkan bahwa keberadaan pasukan negara itu di wilayah negara lain justru berpotensi memicu ketegangan baru dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.

Baca Juga: Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Dia Tukang Catut Nama-nama Petinggi

"Mereka tidak menginginkanmua berada di sana. Kau seharusnya melakukan penarikan pasukan," kata Trump ke Netanyahu, dikutip dariĀ Axios, Rabu (15/7).

Presiden Amerika itu juga dikabarkan menyampaikan secara khusus permintaan serupa terkait keberadaan pasukan Israel di Lebanon. Namun Kantor Perdana Menteri Israel tidak membenarkan ataupun membantah isi percakapan tersebut.

Sebelumnya Kantor Netanyahu hanya menyebut bahwa pemerintah menegaskan pentingnya mempertahankan zona keamanan di sepanjang perbatasan negaranya.

"Perdana Menteri menekankan perlunya zona-zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel," demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel.

Adapun Gedung Putih menolak mengomentari isi pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut. Pemerintah Amerika hanya menegaskan bahwa hubungan kedua pemimpin negara itu tetap kuat serta menyebut pihaknya sebagai "pejuang bagi perdamaian."

Desakan Washington muncul di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon. Bulan lalu, Israel sebenarnya telah menyetujui penarikan pasukan dari dua "zona percontohan" di Lebanon. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pembicaraan dengan pemerintah Lebanon.

Kesepakatan itu bertujuan memberikan ruang bagi Angkatan Bersenjata Lebanon. Mereka bisa bergerak untuk mengambil alih pengamanan di kawasan tersebut.

Namun hingga lebih dari dua pekan setelah kesepakatan dicapai, tak ada penarikan pasukan yang dilakukan oleh Israel. Kondisi itu disebut memperlambat proses negosiasi antara kedua pihak mengenai penyelesaian keamanan di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Trump Berubah Pikiran, Amerika Batalkan Wacana Terapkan Biaya Upeti di Selat Hormuz Iran

Laporan mengenai permintaan sang presiden tersebut menunjukkan bahwa ia tengah mendorong langkah-langkah yang dinilai dapat meredakan ketegangan di kawasan, di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar