Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Netanyahu Peringatkan Iran, Israel Siap Beri Pukulan Telak Jika Diserang

Netanyahu Peringatkan Iran, Israel Siap Beri Pukulan Telak Jika Diserang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran agar tidak melancarkan serangan terhadap negaranya. Netanyahu menegaskan Israel akan memberikan balasan yang jauh lebih dahsyat jika Teheran kembali menyerang.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat menghadiri sebuah konferensi di Dimona, Israel selatan, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

"Saya akan mengatakan hal ini kepada para pemimpin Iran: Jangan mengharapkan keadaan tetap tenang, jika kalian menyerang kami," kata Netanyahu, Rabu (15/7/2026).

Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas penelitian nuklir Israel. Kawasan itu juga diyakini secara luas menjadi tempat penyimpanan persenjataan nuklir Israel, meski pemerintah Israel tidak pernah mengakuinya secara resmi.

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan era ketika Israel membiarkan serangan tanpa balasan telah berakhir.

"Sudah berakhir masa ketika seseorang menyerang kita dan kita tidak membalas dengan pukulan telak," tegasnya.

Netanyahu juga mengingatkan bahwa respons Israel pada masa mendatang tidak akan sama dengan operasi militer sebelumnya terhadap Iran. Menurutnya, serangan berikutnya akan memiliki dampak yang jauh lebih besar.

"Jangan berharap akan ada pengulangan."

"Sebab ini tidak akan sekadar pengulangan, meskipun yang sebelumnya sudah cukup dahsyat. Kali ini situasinya akan berbeda, dan dampaknya akan jauh lebih dahsyat," lanjut Netanyahu.

Ia menegaskan Israel akan terus mengambil tindakan terhadap setiap pihak yang dianggap mengancam keamanan negaranya.

"Kita telah melakukan ini kepada Poros Kejahatan di Iran, dan kita akan terus melakukannya kepada siapa pun yang membahayakan kita. Itulah yang kita lakukan," tandasnya.

Ancaman tersebut muncul ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan pemberlakuan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca Juga: Makin Banyak Politikus Amerika Ingin Blokir Dana Bantuan ke Israel: Sudah Saatnya Kita Mengakhiri...

Pada Selasa (14/7), militer Amerika Serikat juga melancarkan serangan ke kota pelabuhan Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil milik Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal yang menargetkan sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy