Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Tengah Negosiasi, Israel Kembali Luncurkan Serangan Tiba-tiba ke Lebanon

Di Tengah Negosiasi, Israel Kembali Luncurkan Serangan Tiba-tiba ke Lebanon Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah selatan dari Lebanon. Serangan itu terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi mengenai perluasan gencatan senjata antara kedua negara di Roma, Italia.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan operasi militer dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh Kelompok Hizbullah. Namun ia tidak merinci tindakan terkait.

Baca Juga: UGM Sementara Tak Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli, Tim Roy Suryo: Kita Nantikan Bersama...

"Mengingat organisasi teroris melanggar perjanjian gencatan senjata, kami terpaksa bertindak dengan kekuatan terhadap mereka," kata Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel, Letkol Ella Waweya, dikutip Kamis (6/8/2026).

Ia juga memperingatkan warga sipil agar menjauh dari lokasi yang disebut berkaitan dengan aktivitas dari Hizbullah. Penduduk diminta bergerak sedikitnya satu kilometer ke arah utara dari Mansouri, Lebanon Selatan. 

"Siapa pun yang berada di dekat anggota, fasilitas, atau persenjataan Hizbullah mempertaruhkan nyawanya," ujarnya.

Menurut Israel, serangan tersebut merupakan yang pertama sejak 1 Agustus 2026. Namun hingga kini, mereka belum memberikan rincian mengenai bentuk dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Hizbullah.

Adapun Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan satu orang meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam wilayah Tebnine.

Pihak Lebanon menyebut sasaran serangan adalah sebuah ruang ibadah yang berada di kompleks pemakaman. Hingga laporan disampaikan, identitas korban meninggal belum diumumkan secara resmi.

Serangan terbaru ini terjadi ketika delegasi kedua negara masih menjalani putaran ketujuh perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma.

Baca Juga: Kemarahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soal Dokter Hina Pasien BPJS: Tidak Boleh Namanya Pelayan...

Agenda pembicaraan difokuskan pada sejumlah isu strategis, mulai dari perbatasan darat dan laut, pelucutan senjata kelompok militan hingga penghentian aliran dana Iran ke Lebanon.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: