Kredit Foto: BPMI
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pembelaan sekaligus pujian terhadap kerja keras rakyat Indonesia. Dalam sambutannya, Prabowo menepis anggapan dari pihak asing yang kerap memandang rendah dan menyebut masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang malas serta gemar tidur.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
"Memang ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh, yang selalu mengejek di belakang punggung kita. Mungkin karena kebaikan dan keramahtamahan kita, bangsa kita dinilai lemah," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyayangkan adanya pandangan negatif yang menyebut masyarakat Indonesia, khususnya kaum pribumi, sebagai bangsa yang santai dan tidak produktif. Menurutnya, stereotipe tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
"Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia hobinya tidur. Padahal rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak," tegasnya.
Untuk membantah anggapan tersebut, Presiden menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat Indonesia dalam mencari nafkah, mulai dari nelayan hingga petani.
Perjuangan nelayan dilakukan dengan mempertaruhkan nyawa di tengah laut demi mencari ikan untuk menghidupi keluarga.
Sementara itu, petani dan buruh telah memulai aktivitas sejak dini hari untuk pergi ke sawah, ladang, mencari air, hingga kayu bakar, dan baru pulang ketika hari mulai gelap.
Terkait kebiasaan sebagian masyarakat beristirahat pada siang hari, Kepala Negara menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk adaptasi terhadap cuaca yang sangat panas, bukan karena sifat malas.
"Kalau iklim itu begitu panas, ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita untuk menghindari panas pada saat terik matahari. Ada bangsa-bangsa yang tidak lihat bahwa rakyat kita bangun sangat pagi," pungkas Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat