Kredit Foto: Freepik
Ia menambahkan, peningkatan daya saing IKM tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu membangun kemitraan dengan industri besar agar memiliki kepastian pasar sekaligus terdorong meningkatkan kapasitas dan konsistensi produksi.
Karena itu, pembinaan yang dilakukan Kemenperin tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mempertemukan IKM dengan calon mitra industri sehingga terbentuk hubungan usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam menerapkan standar keamanan pangan sekaligus mendukung hilirisasi komoditas singkong di Lampung.
Baca Juga: Jelang Wajib Halal 2026, Kemenperin Perkuat Sertifikasi Industri Kemasan
Baca Juga: Kemenperin Perkuat Tata Kelola Bahan Kimia untuk Dukung Aksesi OECD
Program pembinaan terdiri atas dua tahap, yakni seminar mengenai akses pembiayaan, legalitas usaha, kewirausahaan, dan manajemen bisnis, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan teknis mengenai proses produksi yang memenuhi standar keamanan pangan serta diversifikasi produk olahan singkong.
Sebanyak 20 pelaku IKM terpilih akan mengikuti pendampingan lanjutan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan tatap muka selama tiga hari hingga pendampingan daring dalam beberapa fase.
Melalui program tersebut, Kemenperin berharap semakin banyak IKM olahan singkong yang mampu memenuhi standar industri dan menjadi bagian dari rantai pasok industri pangan nasional. Dengan begitu, hilirisasi komoditas singkong tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha di daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman