Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diam di Tengah Krisis, Wapres Jadi Profesi Paling Enak

Diam di Tengah Krisis, Wapres Jadi Profesi Paling Enak Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyindir posisi Wakil Presiden (Wapres) yang kini dijabat Gibran Rakabuming Raka sebagai profesi paling enak.

Menurutnya, Wapres hanya diam meski berbagai kasus besar tengah terjadi di Indonesia, mulai dari dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Profesi paling enak sekarang: Wapres," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Jumat (17/7).

Ia merinci sejumlah kasus yang menurutnya tidak ditanggapi Wapres.

"1) MBG dikorupsi semilyar per hari, diem aja. 2) Latihan komcad KDMP, 5 meninggal, diem aja. 3) Menteri PU mecat bawahannya gara-gara surat ke luar negeri ngajak anak bocor, diem aja. 4) Ketemu emas 74 kg sama duit milyaran di rumah Jampidsus, diem aja. 5) Pemadaman bergilir gara-gara pengadaan batu bara dikorupsi, diem aja. 6) Dubes negara lain lontang-lantung berbulan-bulan diem aja. 7) Rupiah terendah sepanjang masa, diem aja," jelasnya.

Ardianto juga mengutip cuitan akun @fufufafa pada 9 Mei 2014 yang menyebut publik sampai lupa bahwa Indonesia punya wakil presiden. “Bener emang kata fufufafa,” tandasnya.

Baca Juga: Bupati Siak Curhat ke Gibran! Minta DBH Tak Dipangkas, Beban Fiskal Daerah Tembus Rp1 Triliun

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi hebat hingga mencetak rekor terburuk dalam sejarah akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset aman.

Sementara itu, terkait masalah dubes asing yang terlantar, mantan Wamenlu Dino Patti Djalal mengkritik Istana karena ada 17 calon duta besar asing yang sempat tertahan berbulan-bulan di Jakarta akibat penundaan penyerahan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) kepada Presiden.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya