Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lupakan Dulu Rivalitas, Toyota Ajak Pabrikan Otomotif Jepang Bersatu Hadapi Gempuran China

Lupakan Dulu Rivalitas, Toyota Ajak Pabrikan Otomotif Jepang Bersatu Hadapi Gempuran China Kredit Foto: Ist

Sato juga mengingatkan bahwa konsolidasi industri pernah menjadi salah satu faktor penting yang membawa Jepang menjadi kekuatan otomotif dunia.

Pada dekade 1960-an hingga 1970-an, pemerintah Jepang mendorong produsen otomotif yang saat itu masih terfragmentasi untuk memperkuat kerja sama dan membentuk kelompok industri yang lebih besar. Langkah tersebut berhasil meningkatkan efisiensi produksi sekaligus kualitas kendaraan, hingga akhirnya merek-merek Jepang mampu bersaing di pasar global.

Menurutnya, pendekatan serupa masih relevan diterapkan saat ini ketika industri menghadapi tantangan baru dari produsen China.

Untungkan Pabrikan Besar dan Kecil

Model kolaborasi juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi seluruh produsen, baik yang berskala besar maupun kecil.

Bagi Nissan dan Honda yang tengah menghadapi tekanan pasar, berbagi pengembangan komponen bisa membantu menekan biaya produksi. Sementara bagi Mazda dan Subaru, efisiensi tersebut memungkinkan sumber daya difokuskan untuk mengembangkan model-model ikonik mereka.

Mazda, misalnya, dapat mengalokasikan lebih banyak investasi untuk generasi terbaru MX-5 Miata, sedangkan Subaru memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan kembali lini performa WRX STI.

Baca Juga: Gaikindo Beberkan Berbagai Insentif Pemerintah untuk Industri Otomotif Jepang

Sejarah juga menunjukkan sejumlah kolaborasi dan akuisisi di Jepang menghasilkan produk yang sukses. Akuisisi Hino oleh Toyota memperkuat pengembangan kendaraan niaga dan pikap seperti Hilux, sementara bergabungnya Prince Motor dengan Nissan melahirkan salah satu nama legendaris di dunia otomotif, yakni Skyline GT-R.

Di tengah semakin agresifnya ekspansi produsen mobil China di pasar global, Sato berharap semangat kolaborasi antarpabrikan Jepang kembali menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing industri otomotif Negeri Sakura.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman