Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terus Perluas Proyek PLTS Industri di Indonesia, CDE Solar Energy Unggulkan Tata Kelola Perizinan dan HSE

Terus Perluas Proyek PLTS Industri di Indonesia, CDE Solar Energy Unggulkan Tata Kelola Perizinan dan HSE Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Cipta Daya Enginering (CDE) melalui unit bisnisnya, CDE Solar Energy, memperkuat posisinya sebagai perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala industri dengan mengedepankan kualitas eksekusi proyek secara menyeluruh. Selain kemampuan teknis, perusahaan menitikberatkan pada pengelolaan perizinan serta penerapan standar Health, Safety, and Environment (HSE) yang terintegrasi.

Kapabilitas tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan efisiensi proyek kategori di atas 10 megawatt (MW) dari Xurya Daya. Penghargaan itu mencerminkan kemampuan CDE dalam mengelola proyek PLTS secara end-to-end, termasuk memastikan seluruh proses perizinan dan kepatuhan berjalan tepat waktu tanpa menghambat pelaksanaan konstruksi.

Menurut perusahaan, aspek perizinan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan proyek PLTS skala industri karena dapat memengaruhi jadwal penyelesaian proyek dan kepastian investasi. Untuk itu, CDE membangun kapabilitas internal dalam mengelola berbagai aspek regulasi sejak tahap perencanaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi potensi hambatan regulasi lebih awal, menyusun langkah mitigasi, serta memastikan seluruh persyaratan dipenuhi secara efisien dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, proyek dapat berjalan sesuai jadwal sekaligus memiliki kesiapan operasional yang lebih baik.

Selain aspek perizinan, CDE juga menjadikan implementasi HSE sebagai fondasi dalam setiap proyek. Standar keselamatan dan lingkungan diterapkan sejak tahap mobilisasi hingga commissioning melalui prosedur operasional yang ketat serta sistem pemantauan untuk memastikan keselamatan kerja tetap terjaga.

Direktur Utama CDE Solar Energy, Dr. Umar Sholahuddin, mengatakan keberhasilan proyek PLTS yang telah dibangun perusahaan dengan kapasitas hampir 40 MW sejak 2022 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan rekayasa dan instalasi, tetapi juga oleh pengelolaan aspek nonteknis.

"Banyak yang melihat EPC hanya dari sisi engineering dan instalasi. Padahal, faktor penentu keberhasilan proyek justru sering berada pada bagaimana perizinan dikelola sejak awal dan bagaimana standar HSE dijalankan secara konsisten di lapangan," ujar Umar.

Ia menambahkan, CDE mengintegrasikan pengelolaan perizinan dan HSE sebagai bagian dari keunggulan kompetitif perusahaan.

"Kami memastikan bahwa setiap proyek tidak hanya selesai, tetapi selesai dengan kepastian dari sisi legal, keselamatan, dan kesiapan operasional. Ini yang menjadi nilai utama bagi klien industri yang membutuhkan reliability dan predictability dalam investasi energi mereka," katanya.

Menurut Umar, efisiensi proyek juga tidak hanya diukur dari biaya konstruksi, tetapi dipengaruhi oleh kelancaran proses perizinan dan minimnya insiden di lapangan.

"Efisiensi bukan hanya soal biaya konstruksi. Ketika perizinan lancar dan tidak ada insiden di lapangan, maka proyek berjalan sesuai timeline, risiko menurun, dan secara keseluruhan menghasilkan outcome yang jauh lebih optimal," jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Dorong Diplomasi Industri melalui Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

CDE menilai kemampuan mengelola aspek perizinan dan HSE menjadi nilai tambah bagi pelaku industri yang membutuhkan kepastian proyek serta mitigasi risiko di tengah meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan kepatuhan dalam investasi.

Ke depan, CDE Solar Energy berkomitmen memperkuat kapabilitas di bidang engineering, manajemen proyek, tata kelola perizinan, dan HSE seiring rencana memperluas portofolio proyek PLTS di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan solusi energi bersih yang efisien, aman, dan sesuai dengan regulasi, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra strategis dalam transisi energi sektor industri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat